Thursday, October 9, 2008

Suatu Hari Di Lereng Merapi

Tadi pagi aku dan Ayu,salah seorang sahabat dunia mayaku yang sedang pulang kampung ke Magelang janjian untuk bertemu di kota Yogya tercinta ini.Mumpung aku sedang berada di Yogya maka aku tak melewatkan kesempatan ini untuk bisa bertemu dengannya.Kami sepakat akan 'berkencan' di lereng gunung Merapi...tepatnya di Ullen Sentalu(US).Setelah janji bertemu di Sagan Kidul kami menuju Kaliurang.Rencana semula kami hanya akan lunch tapi karena Ayu belum pernah sekalipun mengunjungi museumnya maka aku yang sudah kali ketiga ke tempat ini dengan senang hati ikut mengantar melihat koleksi museum US.Terus terang aku tidak pernah merasa bosan meskipun sudah tiga kali mengunjungi tempat ini,hawanya yang sejuk,suasana yang 'lain' karena rimbunnya pepohonan mirip di dalam hutan serta karya-karya dokumentasi tokoh-tokoh Mataram,khususnya putri keraton pada masa dulu serta koleksi kain batik selalu memukau dan menyihir seluruh perhatianku.




Kolam yang berada di dalam lokasi Ullen Sentalu





Di depan Bale Nitik Rengganis






Menuju Resto Ullen Sentalu setelah lelah be
rkeliling






Aku dan Ayu






Pilihanku siang ini Australian Wagyu Steak






Menu yang dipilih Ayu,Chicken La Diavolo





Seafood Cream Zuppa





Narsis Time




Tak terasa sudah pukul 16.00,kami berdua buru-buru keluar sebelum diusir karena Resto last order pukul 16.00 dan pada saat kami di sana jendela-jendela sudah mulai di tutup hahaha....pengunjung terakhir rupanya!Akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan 'kencan' kami di Excelso cafe sambil mengantar Ayu berbelanja sepatu.Olalaa....terlalu asyik cuci mata kami sampai lupa waktu.Pukul 20.00 WIB kami berpisah.Ayu harus kembali ke Magelang agar tak kemalaman.Thanks Ayu...I had so much fun today!Bila ada waktu ,lain kali kita lanjutkan 'kencan' kita ya!



Wednesday, October 8, 2008

Ini koleksiku,mana koleksimu?

Ada yang membuatku gembira setengah mati bila pulang ke rumah Jogja,our home base.Selain kegembiraanku karena bertemu dan berkumpul dengan Lexy,my charming prince,kegembiraan yang lain adalah aku bisa memandang koleksi barang-barang jadulku.Barang-barang remeh yang kukumpulkan sejak remaja itu mungkin tak berharga ataupun tak berarti untuk orang lain,tapi bagiku bisa memandangnya saja sudah merupakan hiburan tersendiri buatku.Rasanya bisa melayang kembali ke masa lalu.Tentunya masa indah yang selalu ingin aku simpan dan kenang.


Sebelum menulis postingan ini tadi sore aku menyempatkan diri untuk bongkar rak-rak,laci dan lemari di rumah Jogja.Selain beberapa koleksiku,banyak juga pernak pernik jadul yang masih tersimpan.Rupa-rupanya pembantuku di Jogja rapi juga menyimpan barang-barangku yang sejak dulu sebelum kami punya home base selalu kubawa-bawa pindah dari satu kota ke kota yang lain.Ada juga beberapa yang kutaruh di rumah Bandung,tapi sejak dua tahun yang lalu kuambil beberapa yang aku suka dan kusimpan di rumah Jogja.



Eiitttsss....jangan ketawa dulu.Ini memang kekanak-kanakan,tapi inget dooong....ini kan koleksi dari jaman baheula alias waktu masih menjomblo.Eh,ada juga sih yang aku beli setelah punya anak,tapi itu kan jadi mainan anakku juga (Doooo alasaaaann....anakku kan cowok, hahahaha!)Yup,memang benar,beberapa dari boneka itu kubeli sejak aku bisa mencari uang sendiri dengan menjadi announcer di sebuah radio swasta di kota Bandung.Meskipun waktu itu aku sudah kuliah,namun masih saja suka boneka,mungkin karena dimasa kanak-kanak aku malah jarang dibelikan boneka,kali ya?Masa kecil kurang bahagia,hahahaha!



Salah satu favoritku adalah yang ini, boneka sapi.Ini adalah hadiah ulangtahun ke....berapa ya,lupa,kalau tidak salah ke 21 atau 22 dari Arif salah seorang sahabatku.Kalo digoyang pasti keluar bunyi 'moooowww' nya.Kalau sedang bete,biasanya aku sengaja menggoyang-goyang tubuhnya agar bisa mendengar suaranya yang lucu itu dan akhirnya hilang deh betenya.Demikian juga kalau kangen dengan si pemberi boneka tersebut.Arif memang jenaka,jadi kalau kangen banyolannya tinggal pandang bonekanya saja,hahahaha!!



Boneka anjing Pluto ini kubeli sejak Lexy masih dalam kandungan.Aku senang melihat ekspresi Pluto di film kartun.Anjing yang lucu tapi juga lugu.Saat itu kupikir ia bisa menjadi teman Lexy saat di ranjang bayinya,maka sejak Lexy lahir Pluto selalu setia menemani.Saat masih balita,Lexy sering tertawa sendiri melihat dan memeluk Pluto.Meski sudah berumur lebih dari 13 tahun kondisi Pluto masih bagus hingga sekarang.Kadang Lexy membawanya ke tempat Laundry agak tetap bersih.Demikian juga dengan boneka yang lainnya,malah kebanyakan sekarang disimpan rapi dan dibungkus plastik agar tak kotor.Ide yang bagus,Lexy!




Satu lagi boneka yang masih kupertahankan hingga kini adalah si " CITTA" Boneka beruang putih berukuran sedang memeluk anaknya.Dalam gambar Citta berada di samping boneka bantal Sponge Bob.Boneka ini sudah berusia lebih dari 15 tahun dan dibeli dari salah satu swalayan di kota Ambon,Maluku.Meskipun ada beberapa orang yang pernah memintanya namun Citta masih kupertahankan.Bukannya pelit.Tapi ada sejarahnya niiih....ini adalah pemberian dari 'mantan' yang saat itu akan menikahiku.Beberapa hari menjelang hari pernikahan kami berdua berjalan bersama,pas di swalayan aku jatuh cinta banget sama boneka beruang itu.Aku berdiri lama memandangi sampai sang 'mantan' bertanya,"Kamu suka ya?Ya udah ambil aja aku beliin," Wow....senangnya hatiku!! Setelah menikah baru kutahu saat itu sebenarnya uang di dompet 'mantan' tinggal Rp.30.000,_ dan semuanya ludes untuk dibelikan boneka beruang tersebut!Duuhh,aku sampai terharu....ternyataaaa! Makanya,meski salah seorang polwan di Ambon meminta Citta untuk kenang-kenangan,aku tetap bersikeras memilikinya.Bukan masalah harganya yang tak seberapa,tapi nilai historisnya,hehehe....Akhirnya Citta ikut kami berpindah-pindah dan kini ia menetap di rumah Jogja di sebuah rak berwarna Hijau tua.Mau tahu nggak kenapa ia dinamakan Citta?Citta itu singkatan dari Cinta Kita.Norak gak siiihh?! Wakakakaakkkk!!




Koleksiku yang lain adalah postcards.Aku cinta kartu pos-kartu pos ini sejak duduk di bangku SLTP,yaitu sejak Bapak sering keluar negeri mendapat tugas kursus ataupun sekolah dari POLRI.Seringnya Bapak mengirim kartu pos bergambar pemandangan,membuatku rajin untuk mengkoleksinya.Kadang aku titip atau minta tolong dibelikan bila ada yang bepergian keluar negeri,sampai-sampai beberapa teman suamiku yang sekolah atau tugas di luar aku repotkan dengan kegemaranku ini,hehe....thanks ya mas-mas yang baik!



Sebenarnya ada beberapa lagi koleksiku,seperti koleksi pensil,perangko dan beberapa barang-barang kecil,namun sekarang sudah tidak lengkap lagi.Seperti koleksi perangko ada beberapa buku yang hilang saat aku pindah dulu.Koleksi pensil yang kutinggal di rumah Bandung malah hilang satu persatu entah siapa yang mengambil,maklum,sejak tahun 1994 aku sudah tidak tinggal di sana lagi.Aku juga mengkoleksi buku sejak SD dan semua buku itu akhirnya dipinjamkan untuk umum karena ditangan kakekku ruangan buku kami disulap menjadi perpustakaan.Sialnya,sejak kakek meninggal koleksi buku banyak yang raib karena tidak ada yang mengurus perpustakaan kami lagi.


Mempunyai barang-barang koleksi memang menyenangkan,karena kadang bisa menjadi hiburan bagi orang yang bersangkutan.Namun mempunyai barang koleksi juga dibutuhkan ketelatenan dalam merawat dan menyimpannya.Seperti seorang teman yang juga mempunyai kegemaran dalam mengumpulkan sesuatu.Dia sampai jungkir balik merelakan seluruh waktunya untuk merawat dan menyimpan barang koleksinya tersebut agar tetap aman,baik dan kinclong.Ya iyalah....yang dikoleksi berlian,gimana nggak harus ekstra hati-hati!

Monday, October 6, 2008

Laskar Pelangi dan kisahku

Menonton film LASKAR PELANGI membuatku membuka kembali kenangan masa kecilku dulu.Bukan karena ada kesamaan antara aku dan tokoh-tokoh di film tersebut atau ingin bercerita tentang semangat menempuh pendidikan seperti di film ini, tapi terus terang menonton film ini membuatku terkenang beberapa penggalan kisah lalu.Masa kanak-kanak,masa bermain,yang apapun kondisinya tetap saja menyisakan cerita indah dan menggembirakan bila dikenang.

Jika di film Laskar Pelangi ada Ikal,Lintang dan teman-temannya yang selalu memandang kecantikan pelangi di sebuah pantai di pulau Belitong,aku juga pernah punya teman-teman bermain masa kecil di Tuban maupun Lamongan ketika aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar.Bedanya,teman-temanku itu tidak satu sekolah denganku,mereka adalah anak-anak tetangga yang bersekolah di SD Negeri dekat rumah.Aku lebih beruntung,bisa menuntut ilmu di sekolah yang lebih bagus dari mereka saat itu.Meskipun kami tak satu sekolah,namun setiap siang sepulang sekolah kami selalu bertemu dan bermain bersama.Ada kakak beradik yang usianya tak begitu jauh terpaut,Jojo,Tiwung dan Yeti,kemudian Rini yang seumur denganku dan berbadan agak gemuk.Endang yang hitam manis dan Jum yang sering ingusan.Mereka semua adalah beberapa teman-teman dekatku pada masa itu.

Sepulang sekolah,aku yang dulu tinggal bersama kakek dan nenek dari pihak Ibu diwajibkan untuk tidur setelah makan siang.Tapi aku dan adikku memilih hanya 'berpura-pura' tidur sebentar dan limabelas menit kemudian sudah meloncat dari atas kasur untuk mengendap-endap keluar rumah dari pintu samping saat nenek dan kakek kami terlelap di kamarnya.Saat itulah kami bertemu dan mengisi waktu kami dengan hal yang paling dinikmati oleh anak-anak dibelahan dunia manapun,yakni bermain!Latar belakang keluarga yang berbeda tak membuat kami merasa canggung sama sekali.Asal bisa bermain dan mempunyai teman bermain itu sudah luar biasa buatku dan teman-teman.Biasanya kami berkumpul di rumah Jojo yang tak begitu jauh dari rumahku,setelah semua kumpul barulah kami merencanakan akan mengisi siang dengan apa.Kadang kami bermain bersama antara anak laki-laki dan perempuan,namun juga terkadang kami bermain secara terpisah dan kemudian nanti bergabung bersama.

Seingatku,bila hanya kami anak-anak perempuan yang berkumpul,biasanya kami bermain rumah-rumahan.Jangan bayangkan boneka atau rumah Barbie yang indah yang kita mainkan,tapi kami membuat orang-orangan dari kain sisa penjahit yang kami dapatkan dari Rini.Kami gulung dan ikat dengan benang potongan kecil kain tersebut kemudian untuk bajunya kami juga ambil kain potongan sisa yang bercorak warna warni.Untuk rumahnya kami menumpuk bekas kotak kue atau bahkan kadang-kadang juga kotak bekas kemasan rokok untuk dibentuk sebagai rumah,demikian juga perabotannya.Kotak korek api misalnya,kita pakai solah-olah menjadi sebuah meja.Imajinasiku berkembang dan berkelana disini.Kemudian selain itu kami juga bermain'pasar-pasaran',seolah-olah berjualan makanan kami petik bunga-bunga dan dedaunan di sekitar untuk dijadikan bahannya.Sebagai piringnya kami memakai piring-piringan mainan dari plastik atau tanah liat yang banyak dijual di pasar.Lelah bermain rumah-rumahan,kami sering berkeliling kampung yang dulu masih belum begitu padat rumah penduduk,kami bermain di tanah lapang atau pergi ke kebun tebu milik orang.Jika sedang jail,maka tebu-tebu milik orang tersebut kami ambil beberapa batang untuk kami makan bersama.Lucu juga jika mengingatnya,mengambil tebu orang kemudian berlari sekencangnya sampai terengah-engah karena takut ketahuan.Bersepeda bersama sampai ke padang ilalang yang agak jauh dari rumah juga pernah kami lakukan.Berboncengan kami menjelajah tempat lain di luar kampung.Senang rasanya bila bisa menemukan tempat lain yang bisa kami pakai untuk berkumpul dan bermain bersama 'gank' kami atau tempat yang menarik seperti tempat pembuatan gerabah atau bahkan kandang sapi yang bagiku sangat asing pada saat itu.Jika sudah begini,aku dan teman-teman merasa sudah menguasai 'dunia' di luar sana,hahaha....!

Sewaktu aku duduk di kelas 5 SD, Bapak dinas di Lamongan.Aku yang masih tetap tinggal di Tuban saat itu selalu diajak ke Lamongan bila liburan tiba.Akupun mempunyai beberapa teman yang bisa aku temui setiap ada kesempatan libur di sana.Aku sudah lupa beberapa nama mereka,tapi yang paling sering bertemu dan kuingat adalah Widi (ada dua nama Widi),Yanti dan Ita.Gosh...yang lain aku benar-benar lupa,namun masih terbayang wajah-wajah mereka.Anak-anak ini seumuran denganku dan mereka punya kesukaan yang sama denganku,yakni di bidang seni tari.Aku mempunyai guru tari juga yang mengajarkan beberapa tari Jawa dan modern.Di kala liburan tiba,entah mengapa teman-temanku yang di kota Lamongan ini sering minta diajarkan tarian.Aku menari asal-asalan saja diikuti,hahahaha!Lucu bila mengingatnya.Kami berkumpul di aula samping rumah dinas bapak dan mengajar mereka menari dengan diiringi musik dari tape model dahulu yang besar dan beratnya minta ampun.Sewaktu HUT Bhayangkara,tiba-tiba saja mereka minta menjadi penari latar yang akan mengiringi saat aku menyanyi di acara tersebut.Oya,saat itu aku diminta menyanyikan lagu ABRI MASUK DESA untuk mengisi acara tersebut.Fiuh...antara bingung dan heran juga.Bingung karena aku harus menyampaikan hal ini ke Ibu.Rencana semula kan aku hanya menyanyi dan tak diiringi penari.Herannya,kenapa mereka semua mau dan senang aku arahkan dalam koreografinya.Koreografi seorang anak kelas 5 SD!Pada saat itu belum musimnya ada penari latar,maka aku hanya mengarang seadanya,sambil sesekali mengambil satu dua gerakan dari rekaman video para penyanyi di TVRI.Jadul banget deh gayanya.Setelah dapat persetujuan dari Ibu akhirnya kami semua bisa tampil,bahkan untuk kostumnya Ibu sampai sempatkan untuk berbelanja sendiri!Munculah kami diacara malam HUT Bhayangkara tersebut dengan gaya dan dandanan pol-polan bak artis.Ada satu kebanggaan tersendiri bila mengenangnya,aku berkreasi dengan menciptakan koreografi tarinya dan juga menyanyi dengan gayaku sendiri.Semua bertepuk tangan dan bersorak,kulihat ada rona bangga dan bahagia dari kedua orangtuaku dan juga orangtua teman-temanku yang menonton.Mirip dengan rona bahagia Bu Mus,guru dalam film Laskar Pelangi saat melihat Mahar menciptakan tarian dan bersama teman-temannya memenangkan acara karnaval.

Kini,setelah puluhan tahun dari masa itu,film Laskar Pelangi kembali mengingatkanku akan masa bermain,masa kanak-kanakku yang begitu ceria.Memang cerita kami berbeda,namun seperti kataku di atas ,masa kanak-kanak,dimanapun dan apapun kondisinya selalu ada cerita menyenangkan yang bisa dikenang dan dibawa sepanjang hayat.

(Buat teman-teman masa kecilku,where are you now,guys?)

Friday, September 12, 2008

TAS BERAT SIAPA YANG PUNYA...??

"Isine tasmu iki opo wae to,kok abot tenan?" Ibu pernah bertanya sewaktu bepergian bersamaku.(Tasmu ini isinya apa saja,kok berat?)

Terus terang yang bertanya hal semacam ini bukan cuma Ibu,beberapa teman dekat juga pernah menanyakan sambil tentu saja memasang wajah penasaran dan terkadang sampai ikut memegang hingga menoel-noel tasku(Duh apaan ya bahasa Indonesianya menoel-noel?).Wajar mereka penasaran sekaligus curiga dengan isi tas yang kupakai,mungkin mereka berpikiran aku sedang membawa tumpukan batu bata atau malah rangkaian bom?Hahahahaha....tentu saja tidaklah.

Sebagai seorang perempuan,tentu sudah lumrah bila kita bepergian membawa sebuah tas.Namanya juga perempuan,rasanya ada yang kurang bila pergi dan tak membawa tas.Dan tas tersebut tentu saja beragam.Bisa tas yang kita jinjing atau juga yang kita cangklong di bahu(busyet,lagi-lagi aku bingung,apaan ya bahasa Indonesianya cangklong?).Bisa tas yang kecil hingga tas yang aujubile besarnya,dari yang bermerk dan harganya amit amit muahalnya sampai tas yang biasa-biasa saja dan harga terjangkau oleh berbagai kalangan.Eh,tapi ada juga perempuan yang tak begitu suka tas dan memilih hanya membawa dompet kemana-mana.Nah,pemandangan yang seperti ini tentu aku sering jumpai di pasar-pasar tradisional,ibu-ibu yang berbelanja memilih hanya membawa dompet.Mungkin karena supaya praktis saja ya?Atau menghindari tas mereka disilet para copet ya?

Aku sendiri termasuk perempuan yang tiap bepergian selalu tak ketinggalan membawa tas dan terus terang bagiku tas adalah tempat segala macam barang yang (kupikir) perlu untuk kubawa kemana-mana,ibaratnya tasku ini boleh dikata mirip kantong ajaib Doraemon.Semua tumplek blek di dalam tas.Jadi,bisa dibayangkan bagaimana kehilangannya aku bila tas pujaan tertinggal di rumah saat aku bepergian?Ibuku pernah sampai geleng-geleng kepala dan salah seorang temanku sempat nyeletuk," Ini sih warung berjalan," saat melongok isi tasku.Kira-kira begini barang-barang yang ada di dalam tasku....


DOMPET

Ini adalah barang yang nomer satu harus ada dalam tasku.Kebayang kan kalau pergi tidak bawa dompet.Biar di dalam tas ada hape,masa mau naik ojek dari rumah ke toko yang berjarak sekitar 500 meter harus bayar pake hape?? Dan satu lagi syaratnya,dalam dompet tentu harus ada uangnya.Kalau kosong ya sami mawon,memang boleh naik ojek bayar pake dompet kosong?



HAPE DAN KAMERA

Naahh....ini adalah barang kedua yang harus ada dalam tas setelah dompet.Jadi,misalnya kita lagi enak-enak jalan di mall dan tiba-tiba ingat harus menelpon bu RT karena lupa belum membayar uang arisan,maka segera buka tas dan pencet saja nomer telpon bu RT,dijamin tidak akan panik lagi dan kita bisa meneruskan acara shopping lagi.Aman.Kemudian untuk orang yang senang foto-foto atau memotret pemandangan seperti aku ini ya wajib banget bawa kamera,dan kameraku sendiri sih camera digital biasa,yang penting bisa buat foto dan masih bisa berfungsi.


PERNAK PERNIK PENTING (P3)

Hush,jangan ketawa dulu.Yang termasuk P3 ini memang sepertinya barang-barang yang remeh tapi penting banget buatku.Paling tidak seperti obat-obatan pribadi itu jika mendadak kumat di tengah jalan tinggal beli air mineral dan langsung tenggak obatnya.Beres.Habis makan ada yang nyelip di gigi?Lho...kok repot amat cari-cari tusuk gigi,kan bawa sendiri.Ssstt...buat resto yang menyediakan tusuk gigi dalam kemasan silahkan menyediakan tusuk gigi sebanyak-banyaknya ya bila aku datang,hihihi...Kemudian gunting kuku itu berfungsi ganda,ujung runcing pada kikirnya bisa untuk membuka plastik makanan atau apa saja yang harus dibuka dengan alat semacam gunting atau pisau.Buku saku doa ya sangat penting dong,harus ada tuh biar kita selalu ingat Dia.Oya ada yang ketinggalan,sisir,itu penting banget buatku!


MAKE UP

Kalau yang ini sih sebenarnya tidak penting-penting banget dibawa apalagi bila kita bepergian hanya sebentar.Tapi yang namanya perempuan,tetap saja ada didalam tas,buat jaga-jaga.Eits,parfum atau wewangian itu bisa dipergunakan juga bila sedang berada di toilet umum yang kadang kurang jelas baunya.Sebelum mempergunakan fasilitas umum tersebut tinggal semprot dan kita tak lagi mencium bau yang tak sedap disana.


LAPTOP,iPod dan pernak-perniknya.

Naaahhh...barang satu ini sebenarnya bisa penting nggak penting sih,tergantung.Ya,tergantung males atau

tidak bawanya,hahahaha!Tapi laptop yang satu ini memang khusus kupakai untuk travelling.Bila sedang bepergian pasti laptop ini yang kubawa,selain ringan dan ukurannya pun tak besar,bisa

masuk ke dalam tas.Ringkas sekali.Tentu saja pernak –perniknya juga dibawa dong,modem dan flashdisk.Kemudian barang lain yang tidak penting banget untuk dibawa tapi ada di dalam tas adalah Apple-iPod,lumayan buat dengerin lagu atau nonton film bila sedang bete.

Jadi begitulah kira-kira isi tasku yang sempat membuat penasaran banyak orang.Tapi percaya deh,sebenarnya bukan hanya barang-barang diatas saja kok yang membuat tasku jadi terasa berat.Masih ada lagi beberapa yang membuat beban menjadi bertambah karena kadang di dalamnya ada juga tumpukan bon-bon atau kwitansi bekas,sekantong penuh assesoris dan terkadang roti kering atau botol air mineral.Kemudian bila sedang berbelanja,kantung-kantung belanja yang kecil dan cukup masuk tas pasti sudah nangkring di dalam tasku tersayang.Dijamin tasku tambah beraaaatttt.....hihihihihii......!

Friday, August 22, 2008

JALAN-JALAN YUUK...!!!

Beberapa teman dari dunia maya (Friendster,Multiply,Facebook atau Tagged ) selalu mengomentari ketika aku upload foto-foto terbaru setelah pulang dari bepergian.Ada yang komentar,"Jalan-jalan lagi??Cape deehh..." atau,"Mbak nggak capek jalan-jalan terus?" dan masih banyak komentar maupun pertanyaan semacam itu.Lebih parah lagi ketika ada yang "menuduh"ku banyak uang sehingga bisa sering-sering bepergian,hahahaha!!Tentu saja yang ini tidak benar.



Aku cuma seorang Ibu rumah tangga biasa yang tak mempunyai karir di bidang apapun.Jadi satu-satunya pemasukanku hanyalah mengandalkan gaji suami yang seorang anggota Polisi.Selama ini orang pasti menganggap aku punya budget khusus yang dipersiapkan untuk kesenanganku yang satu itu,travelling.Padahal sama sekali tidak.Aku suka sekali bepergian,namun tak pernah memaksakan keinginan untuk bepergian ke tempat yang tentu saja tak terjangkau kocek.Dan untuk diketahui,hobbyku ini berlangsung sudah lama,sejak aku belum menikah dan punya anak.



Bagiku bepergian bisa kemana saja,tak harus tempat yang jauh dan memakan banyak waktu maupun menguras isi dompet.Sebagai contoh,bila sedang bokek maka cukuplah bagiku bepergian ke tempat yang dekat-dekat saja.Sekitar Bojonegoro inipun cukuplah.Jujur,aku pernah 'hanya' berjalan-jalan menikmati hutan jati yang cantik dan kebun jagung milik orang yang mempunyai pemandangan indah berupa sungai di dekatnya,yang kesemuanya tadi hanya berjarak beberapa kilometer saja dari rumah,hahaha!Namun,meskipun hanya berjalan-jalan di hutan jati aku sudah merasakan kenikmatan luar biasa yang tak bisa dibandingkan dengan apapun di dunia ini.Merasakan keindahan alam tak harus pergi jauh-jauh atau bahkan keluar negeri,bukan?Di Nusantara ini begitu banyak tempat yang bisa kita kunjungi dan kita nikmati keindahan alamnya.



Bila aku bisa berkesempatan jalan-jalan sampai jauh dan keluar negeri itu semuanya hanyalah nasib baikku.Ya,aku mengatakannya nasib baik.Karena tanpa membutuhkan budget yang besar dan proses yang berbelit-belit aku bisa melakukan hobby travellingku ini.Sebagai contoh,aku pernah dengan mudahnya melancong sampai ke negara Inggris karena pada saat itu Bapak sedang sekolah di sana.tentu saja kesempatan ini tak kulewatkan.Aku bisa menebeng di Flat Bapak di Bath yang kebetulan Bath adalah salah satu kota tujuan wisata di Inggris.Dapat dibayangkan betapa senangnya aku bisa jalan-jalan mengelilingi kota Bath,Oxford dan juga kota-kota disekitarnya ditemani beberapa teman summer course dari City of Bath College.Kesempatan jalan-jalan keluar negeri yang tak terduga lainnya adalah saat bepergian ke Batam dan ditawari untuk menyeberang ke Singapore.Waaaaahhhh...siapa yang tak mau?Dengan modal berfoto untuk kartu identitas yang tak berbelit-belit prosesnya akupun dengan mudahnya sampai ke negara tetangga itu.Terus terang harus aku katakan nasib baiklah yang selama ini menyelimutiku,terutama dalam hal travelling.Bahkan ketika bepergian ke dalam negeripun tanpa mengeluarkan budget banyak aku bisa mewujudkannya.Selalu saja ada jalan yang memudahkan.Seperti misalnya hotel dan transportasi selama di tempat tujuan kadang aku bisa mendapatkannya dengan mudah karena selalu saja ada teman yang menawarkan secara gratis,hahaha!Paling-paling aku hanya mengeluarkan anggaran untuk makan dan transport ke tempat tujuan.Kadang aku merasa tak enak juga bila 'merepotkan' teman-teman ditempat tujuan,tapi bila tak memberitahu mereka kadang malah aku yang susah.Pernah sekali waktu aku diam-diam pergi ke Sulawesi dan ternyata secara tak sengaja aku bertemu seorang teman yang langsung marah-marah karena merasa tak kuberitahu aku bepergian ke tempatnya.Serba salah kan,tak mau merepotkan malah kena semprot karena ternyata mereka senang-senang saja direpotkan,haha!Thank you,guys!


Ada yang bertanya,tempat mana yang paling berkesan yang pernah kudatangi...fiuuhh,susah menjawabnya,karena bagiku semua tempat sangat cantik dan berkesan.Semua mempunyai keindahannya tersendiri yang sulit untuk dibanding-bandingkan,even,untuk hutan jati maupun kebun jagung milik orang yang kuceritakan di atas.Namun bila boleh jujur,Banda Neira adalah salah satu tempat yang sangat kuidamkan untuk datang kembali kesana.Lautnya cantik!Pemandangan gunung berapinya fantastik!Mendiang Putri Diana pun bahkan pernah mengunjungi tempat tersebut.Masih terekam di memory saat aku dan Hanny,sahabatku,berdua berkeliling pulau tersebut dengan menggunakan sepeda yang disewakan.Istana mini peninggalan kolonial Belanda menjadi salah satu tempat yang kami kunjungi.Demikian juga rumah-rumah tempat pengasingan dari Bung Hatta dan Sjahrir yang berada di gang-gang kecil perumahan penduduk di pulau ini.Buat yang suka menyelam,keindahan lautnya wajib dikunjungi.



Tempat lain yang masih kuingat dengan baik adalah Toraja.Rumah-rumah adat masyarakat sana yang (hampir)mirip dengan rumah asli masyarakat Batak yaitu Tongkonan seakan meyihirku untuk betah berlama-lama memandangnya.Kemudian Londa,kuburan dinding berbatu,yang disekitar dindingnya banyak patung-patung dari orang yang telah meninggal yang kita sebut tau-tau.Di dalamnya begitu banyak tulang belulang manusia.Saat kesana,sebetulnya nyali menciut ketika ditawari untuk ikut masuk ke dalam gua,tapi kepalang basah,jauh-jauh kesana buat apa jika tak melihat,maka dengan dag-dig-dug masuk jugalah aku.Setengah merem aku melihat tumpukan tulang,malah ada jenazah yang masih kelihatan rambut serta kacamatanya yang akhirnya terbawa dalam mimpi dan membuat ketakutan semalaman di hotel.Hiiyy!



Bicara soal jalan-jalan dan tempat wisata tentu tak ada habisnya mengingat begitu banyak tempat wisata yang bisa kita tuju di bumi Nusantara ini.Seperti keinginanku untuk bisa mengunjunginya satu persatu,namun lagi-lagi aku tipe orang yang nggak begitu ngoyo,jika ada waktu saja sudah syukur,apalagi budget yang cukup.Langsung deh,cabuuutt!!Kemanapun jadilah,tak perlu yang jauh,lagi-lagi,bepergian kan tak selalu harus ke tempat yang jauh.Masih banyak pemandangan indah didekat kita yang bisa kita nikmati.So,jalan-jalan....siapa takut?!

SELAMAT ULANGTAHUN PAK KOMANDAN!

Kutatap sosok itu,diusianya yang ke 65 tahun Bapak masih saja sama seperti yang lalu-lalu.Masih dengan gaya santainya bercelana pendek dan kaos kesayangan yang warnanya sudah berubah,duduk di kursi goyang depan TV dan sesekali menyeruput minuman hangat yang diletakkan di meja kecil samping kanannya.Nasi kuning yang dimasak Ibu mengepul di atas meja mengiringi usianya yang bertambah di hari ini.

Ya,setiap kali aku datang ke rumah Bapak di Tuban,begitulah posisi kesukaan Bapak,menerima kami di ruang keluarga sambil menemani kami mengobrol di kursi goyangnya.Bapak memang terlihat masih sehat,namun kuperhatikan gerakannya sekarang tentu tak selincah dulu tatkala Bapak masih aktif berdinas di Kepolisian meski karismanya masih sangat kurasakan hingga sekarang.
Sebagai seorang anak(mantan) Polisi,aku terbiasa melihat segala aktifitas Bapak yang luar biasa sibuknya,terutama saat Bapak bertugas di wilayah.Kadang bila diperlukan,tengah malampun Bapak akan keluar rumah demi melaksanakan tugas-tugasnya.Dulu aku sering heran,kenapa Bapak yang seorang komandan di kantornya masih harus ikut terjun juga ke lapangan seperti mengejar penjahat dan lain sebagainya,tapi itulah Bapak,apapun akan dilakukan demi tugas.
Selain terlihat perkasa di pekerjaannya,Bapak ternyata juga seorang ayah dan Bapak Rumah tangga yang baik.Tak segan-segan Bapak ikut membantu kegiatan di rumah bila sedang tak bertugas.Aku masih ingat,saat kami tak punya pembantu,kadang Bapak ikut menyeterika baju dan tak jarang kupergoki Bapak mencuci piring serta peralatan dapur.Kami diajari untuk mandiri,minimal ikut membantu seluruh pekerjaan di rumah dari membersihkan kamar dan barang-barang pribadi kami.Seringnya aku berpisah dengan Bapak dan Ibu(beberapa kali kami tak tinggal sekota) membuatku belajar menjadi seorang pemimpin di rumah,dari mengurus rumah hingga mengatur keuangan.Seingatku,berdua dengan adik kami sudah diajar mandiri sejak bangku SMP,waktu itu beberapa kali kami sudah mulai ditinggal karena Ibu harus mengikuti Bapak yang sedang mengikuti sekolah di SESPIM.Kemudian saat SMA,di Bandung kami juga beberapa kali ditinggal Ibu yang menyusul Bapak ke Inggris dalam rangka mengambil S2nya disana.Kami benar-benar sendiri.Kadang ada rasa sedih menyeruak,namun akhirnya kupahami bahwa dari apa yang dulu kujalani itu ternyata banyak hikmah yang kuperoleh di masa kini.

Salah satu hal yang paling kuingat adalah saat aku harus menikmati kesederhanaan yang diajarkan oleh Bapak.Aku paling sedih tatkala tak bisa memakai baju baru atau bergaya mengikuti trend seperti teman-teman lainnya.Bapak tak akan mengijinkan aku membeli baju,sepatu ataupun mainan baru bila tak dibelikan.Bapak pernah bilang,"Buat apa beli baju kalau kamu masih bisa pakai baju yang lama.Baju itukan cuma akan jadi gombal nantinya,".Satu-satunya barang yang boleh kubeli hanyalah buku dan peralatan sekolah.Bila aku akan membeli buku maka bapak tak akan segan-segan mengeluarkan uang untuk itu.Selain itu Bapak melarang kami untuk meminjam barang,sebisa mungkin kami harus pakai apa yang kami punya.Bapak melarang kami clubbing,dugem atau sejenisnya sampai aku kuliah,namun sangat mendukung bila kami melakukan travelling untuk menambah wawasan.Saat aku masih kecil sudah diajari kemping,tidur di kemah di tengah udara dingin dan mengikuti Bapak berpergian dengan menggunakan mobil pribadi keliling pulau Jawa dan Bali pada saat beliau mengambil cuti.Kami juga tak pernah dimanjakan oleh fasilitas meski Bapak tetap memberi kami kasih sayang dan perhatian.Masih terekam baik diingatanku saat Bapak sudah menjadi pimpinan tertinggi didaerahnya,kami anak-anaknya masih juga tak diberi fasilitas semacam mobil pribadi meski saat itu aku sudah sering melaksanakan aktifitas harus siaran di radio sampai larut malam.Aku sampai hapal dengan rute kendaraan umum bahkan juga jam-jam tukang ojek mangkal.Teman-teman sering meledek dengan mengatakan,"Masa anak Jendral nggak punya mobil?"

Jika dulu aku banyak mengeluh mengapa aku tak mengalami kemudahan-kemudahan atau hal-hal yang oleh teman-teman sebayaku tak mereka rasakan,namun kini aku dengan bangganya bisa mengatakan bahwa aku bahagia mendapat semua pengalaman itu.Ternyata semua hal yang diajarkan oleh Bapak berpengaruh banyak dikehidupanku,antara lain aku tumbuh menjadi anak yang lebih tegar,berani,teratur dan mewarisi bakat kepemimpinan Bapak.Harus kuakui peran Bapak sangat besar dalam kehidupanku.

Nasi kuning di piringku sudah tandas.Aku kembali memperhatikan sosok Bapak disampingku.Pak Komandan,begitu kami kadang-kadang memanggilnya sambil bercanda terlihat sudah semakin tua namun masih tetap berwibawa dalam kesahajaannya.Disisa usianya ini aku ingin lebih membahagiakan dirinya dengan membuatnya bangga dan kuharap akan mempunyai banyak lagi waktu untuk beliau.Selamat ulang tahun Pak Komandan!Peluk ciumku untukmu!

SELAMAT JALAN AMANG.....

Bagai petir menyambar saat kudengar berita Amang (Ayah mertuaku) meninggal Sabtu sore,tanggal 9 Agustus yang lalu.Bagaimana tidak,siangnya masih sempat kami mendengar suara beliau saat menelpon suamiku.Beliau memang sempat dirawat di Rumah Sakit di Siantar karena sejak kepulangan beliau dari Jakarta sebelumnya sudah terlihat mulai sakit.Amang memang terkena diabetes sudah lama,tapi begitu pandainya Amang menyembunyikan sakitnya dari kami seluruh anak-anak dan keluarga.

Kenangan terakhirku dengan Amang ketika aku pulang kampung kurang lebih satu setengah bulan yang lalu.Masih terbayang diingatan saat itu Amang sehat-sehat saja meski terlihat agak lelah setelah acara pernikahan adik bungsu suami.Kami sempat bercerita dan beliau memberi sedikit nasehat untuk Lexy,anakku sebagai cucu pertama pembawa nama,dan juga kami sempat bersama menikmati soto gomak,makanan khas sana yang berupa mie (seperti spaghetti namun berbumbu pedas)di warung samping rumah sambil bercerita segala hal.Beliau selama ini didepan anak-anak memang terlihat agak keras namun dimata kami para menantunya sangat baik,lembut dan tak pernah sekalipun menuntut ini atau itu.Tak pernah sekalipun selama usia pernikahanku dengan suami terlihat Amang marah dihadapan kami para menantunya yang semua berjumlah 8 orang (masih ada seorang adik yang belum menikah).

Masih teringat juga saat dirawat di Rumah Sakit,melalui telepon Amang mengatakan akan pulang pada hari Sabtu,ternyata itulah pertanda kepergian Amang selama-lamanya.Amang memang pulang,tapi pulang ke rumah Bapa di Surga.Kami begitu kehilangan sosok Amang sekaligus Opung bagi cucu-cucunya,seorang yang berjuang keras untuk keberhasilan anak-anaknya yang semua berjumlah 9 orang itu.Airmataku tak terbendung pada saat acara adat dilaksanakan hari Kamis tanggal 14 Agustus 2008,pada saat itu teman-teman beliau memberikan testimoni bahwa semasa hidup beliau sangatlah bangga terhadap kami anak-anaknya,terutama terhadap suamiku sebagai anak pertama laki-laki di keluarga.

Amang,rasanya kami belum banyak memberi yang terbaik untukmu,namun sudah waktunya Tuhan memanggil....Kami hanya bisa mendoakan dan kami percaya bahwa Amang sudah berbahagia di atas sana.Borhat ma Amang,Selamat Jalan,sampai bertemu di rumah Bapa kelak......!