skip to main |
skip to sidebar
Rumah bulat mirip rumah Iglo atau juga mirip rumah telettubies empat sekawan yang selalu berpelukan itu ternyata ada di Yogyakarta lho!Aku juga baru mengetahuinya dari tayangan TV beberapa waktu yang lalu.Bukan namanya mis muter-muter kalau tidak penasaran.Maka tadi siang meluncurlah aku dengan mbak Lyla ke kompleks rumah yang terkenal dengan nama rumah Dome tersebut.
Perumahan Dome
Rumah Dome terletak di Desa Ngelepen,Sengir,Sumberharjo Prambanan Sleman.Dari arah Prambanan kita menuju ke Selatan sekitar 5 km,kemudian belok ke arah Timur,dan dari pertigaan tersebut kira-kira ditempuh jarak sekitar 2 km untuk sampai di perumahan yang merupakan bantuan dari warga Amerika Serikat kepada korban gempa Yogya 27 mei 2006 yang lalu.
Rumah Dome.Lihat tempat sampahnya yang dipilah pilah
Ketika kami berada disana,terlihat banyak sekali yang berkerumun di sekitar taman bermain dan aula perumahan tersebut,kami kira tadinya warga setempat yang sedang mengadakan pertemuan,ternyata mereka semua adalah pengunjung rumah Dome.Rupanya desa ini telah menjadi Desa Wisata dan siapapun dapat mengunjungi tempat ini.Aku dan Mbak Lyla sendiri langsung menuju pusat informasi Rumah Dome dan untuk sekedar meminta ijin melihat-lihat dan memotret rumah tersebut.Kami ditemui Bapak Sakiran yang ternyata juga bertempat tinggal di sana.Karena di sana dijual bermacam souvenir dari Rumah Dome seperti stiker,gantungan kunci,mug dan CD tentang pembuatan rumah Dome,kamipun membeli beberapa sebelum berkeliling.
Lantai Atas Rumah Dome
Mushola Dome
Waahhh cuaca siang ini panas sekali,meskipun tetap semangat berkeliling kamipun sempat mampir juga ke salah satu warung disana dan menikmati minuman degan.Hmmmmm....lumayan seger dan kebetulan pemilik warung serta penghuni Rumah Dome yang ternyata bernama mbak Harti ini baik dan ramah sekali.Ia malah mempersilahkan kami melihat-lihat isi rumahnya dan memotret,sama seperti Bapak Sakiran yang tadi pertama kami kunjungi.Rumah ini terdiri dari dua kamar,ruang tamu mungil,dapur dan lantai dua yang dapat dipergunakan untuk ruang santai.Tadinya sempat heran sih,kok rumahnya berbentuk bulat sih?Tapi ternyata memang rumah ini dirancang atau di desain khusus sebagai rumah tahan gempa.Untuk membangun rumah inipun dibutuhkan alat khusus yang didatangkan dari luar negeri yakni airform atau balon untuk mencetak rumah Dome.Wow...keren bangeettt!
Poliklinik
Selain mengunjungi rumah-rumahnya,kami juga sempat beraction nih di depan gedung pertemuan/aulanya di samping taman bermain anak-anak.Di Taman tersebutpun ada aneka permainan seperti ayunan yang ketika kami kesana malah dipergunakan oleh anak-anak dari pengunjung rumah Dome.Selain itu,di samping tamanpun ada mushola(yang juga berbentuk bulat) kemudian poliklinik dan ada beberapa fasilitas MCK untuk 71 keluarga yang tinggal disana.
Gedung Serbaguna Dome
Lelah dan kepanasan berada di rumah Dome kami melanjutkan acara jalan dengan wiskul.Rencana mau makan nasi merah alias sego abang yang di Jalan Wonosari ternyata eh ternyata lha kok rumah makannya dah gak ada ya??? Ya ampun....mungkin sudah tutup atau pindah kemana gitu ya secara terakhir makan disana tiga tahun yang lalu!Akhirnya setelah mendapat info dari driverku,kami beralih ke Dapur Desa yang juga menjual sego abang lombok ijo dan berada di Jalan Tamansiswa.Kalau yang di tempat ini baru pertama kali makan disana.

Sego abang Waahh untung deh ketemu juga Rumah Makannya.Akhirnya kami makan siang (yang terlambat) disana...waaaahhh maknyus rasanyaaaaa....sego abang alias nasi merahnya nyenengin,ditemani ayam bacem,sayur tempe,daun singkong,sambel ijo dan sambel tomat,mantaaapsss!Cuman,sambel ijonya puedes banget reeekkk!!Hoaaahhh hoaaaahhh!...!!Acara jalan kali ini diakhiri dengan mengelus-elus perut kekenyangan,hahahaha!!
Empat hari berada di Yogyakarta selalu ada cerita baru.Jalan-jalan,belanja,wisata kuliner alias ngegendutin perut dan kali ini ketambahan:kopdar dengan salah seorang blogger aktif,mbak Lyla.Mbak Lyla yang blogger asli ini (kalau aku sih blogger-bloggeran) ternyata masih 'tetangga' denganku di Yogya,olalaaaa...ternyata dunia ini memang selebar daun kelor,setelah telpon-telponan,eh lha kok ternyata rumah kami masih terbilang dekat alias se kecamatan.....
Singkat cerita pokoknya janjian buat kopdar.Mumpung di Yogya agak lamaan nih.Maka tadi siang aku meluncur ke rumah mbak Lyla dan sambil menunggu waktu Lexy,my prince pulang sekolah langsung deh kami tancap gas ke Kraton yang hanya butuh waktu sekitar 5 menit dari sekolah Lexy.
Aku sendiri meski sudah lama di Yogya belum pernah sekalipun masuk sampai ke Keraton yang bagian belakang (yang ada museumnya),biasanya kan kalau mengantar tamu hanya di Keraton depan,sekali waktu pernah kesini eehh ternyata sudah tutup.Asyik niihh....ini baru namanya jodoh,kali ini bisa masuk juga.Ketika kami datang kebetulan sedang banyak rombongan anak-anak sekolah,berasa kita peserta study tour juga deh,hihihihi....
Dipijitin mbah??Dengan patung abdi dalem
Muter-muter di Kraton yang ketika itu cuaca cerah dan panas lumayan juga ya capeknya,meskipun tak semuanya kita masuki karena kami berencana akan ke Kaliurang setelah Lexy keluar sekolah.Meski keringatan saking semangatnya,acara foto-foto tetap saja tak ketinggalan.Cie cie....mbak Lyla....gayanya boleh juga nih....ketularan mis muter-muter,hihihihi...
Di museum lukisan kami sempat kenalan juga dengan salah seorang abdi dalem Bapak Yudo (duh nama panjangnya lupa pak!),waduh bapak ini ramah sekali,saking ramahnya sampai ngobrol,tapi paakk ampun deh,saya nggak bisa njawab pake basa Krama(bahasa Jawa halus),hahaha....
Action bersama mbak Lilla
Setelah keliling Kraton kamipun beralih tujuan,apalagi kalau bukan....makan siang!Dasar gembul tukang makan,pengennya wisata kuliner terus....! Kali ini kami ke Amboja,salah satu tempat makan yang aku temukan kemarin ketika akan menuju Desa Sambi Petung,pas lewat,eehh kok ada tempat makan yang perlu dicoba.Kebetulan hari ini ke Kaliurang lagi maka jadilah menuju Amboja,herb garden dine.

Amboja sendiri terletak di Jalan Kaliurang km 18,7 (Pakem),tempatnya suejuk tentu saja.Ketika kami sampai di sana ada beberapa pengunjung yang memilih duduk di lantai atas (lesehan),Lexypun memilih lesehan,yo wiiiss...ke atas kitaaaaa....acara pilih menu pun heboh,pengennya sih dicoba semua,tapi apa masuk ke perut ya???Aku sendiri tertarik dengan nasi hitam,wow,seumur-umur belum pernah coba,tapi sayang sungguh sayang,adanya hanya pas weekend...huuuuuu akhirnya pilih nasi putih aja,tapi nasinya dari beras organik lho.Menu makan siang kita sup Amboja (rasanya dominan jahe),ikan bakar(yang pakai madu),udang asam manis,brockoli cah jamur,ayam Amboja(pakai wijen dan madu juga),sepiring tempe mendoan,es rosella yang segaarr.....nyam nyam nyaaaamm...hajaaarr!


Kenyang makan siang,acara belum berakhir nih,kami masih menuju gardu pandang Kaliurang,wah sayang beibeh...sudah mulai kabut dan mendung,jadinya gunung terlihat tersaput kabut....naik ke gardu pandang,menikmati semilir angin,foto-foto dan mempergunakan jurus jongkok,nungging dlsb buat motret,padahal hasilnya ya gitu-gitu aja hahaha...dasar amatiran!

Tak terasa capek juga ya,hari juga semakin sore....mendung oiiii...pulaaaaangg....makasih ya mbak Lyla sudah nyempetin kopdar dan jalan sama miss muter muter,jangan kapok yaaaa.....mudah-mudahan besok ada kesempatan jalan lagi,masih banyak tujuan muter-muter nih!Muaaaaaaacccchhhhhh!
Oya...tadi diatas aku sempet nyebut desa Sambi Petung....nah,desa itu berada di Cangkringan,dekat juga dengan Amboja....kemarin waktu jalan-jalan ke Kaliurang (juga)aku tertarik dengan tulisan desa wisata Sambi Petung dan ingin tahu ada apa disana...oalaaaahh ternyata di desa itu aku ketemu dengan sapi-sapi perah,beberapa tanaman kopi...kirain ada apalagi gitu,tapi dasar mis muter muter ya dikelilingi juga.....halah!
tanaman kopi

Jadah dan tempe bacem Mbah Carik,maknyus!
Numpang naruh foto di postingan ini aja yaa....juga acara nyari jadah dan tempe/tahu bacem di Mbah Carik.Mau...mau...mauuu???
Setelah lama vakum dari menulis dan mengupdate blog akhirnya mis MM (Muter Muter) nongol lagi.Memalukan memang sampai tak ada waktu untuk menulis,padahal bahan yang mau di share numpuk.Ugghhh...
Kalau ada kesempatan mengaku dosa tak ngeblog pasti aku akan acungkan jari terlebih dahulu hahaha...!Ok,untuk menebus semua kesalahan aku akan mulai menulis lagi,tapi (lagi-lagi nawar) nyicil yaaa....dan yang pertama akan aku share kali ini adalah tempat yang baru saja kukunjungi tadi siang.Jangan heran bila kali ini tujuan jalan mis MM agak nyeleneh,mis MM akan ajak teman-teman kelayapan di kebon!
Eits,yang ini bukan kebun sembarang kebun lho,ini kebun salak yang bisa kita petik dan nikmati buahnya hingga sesuka hati.Mau sampai mules makan salak disini juga boleh,hehehe...
Nama tempat ini sendiri adalah Tempat wisata salak Pondoh (Argo Wisata) yang terletak di Desa BangunKerto,Kecamatan Turi,Sleman,sekitar 25 Km dari pusat Kota Yogyakarta.
Meskipun sudah bertahun-tahun tinggal dan mondar-mandir di Kota Yogyakarta,namun belum pernah sekalipun aku saba kebun salak di Turi ini.Berbekal dari rasa penasaran inilah aku memutuskan untuk mampir ke Argo wisata di Turi tadi siang.Ternyata tak sulit menemukan tempat ini,sepanjang jalan ada papan petunjuknya dan sejauh mata memandang hanyalah pohon salak,salak dan salak yang terhampar di kanan kiri jalan.Buat penggemar buah salak pasti rasanya gemes dan ingin cepat-cepat memetiknya.
Tempat wisata Salak Pondoh sendiri ternyata luas.Terdapat taman bermain,kolam ikan dan kolam renang untuk anak-anak(yang maaf,kondisinya kurang terawat) serta diseberang argo wisata tersebut terdapat pula tempat penampungan benda-benda cagar budaya,peninggalan purbakala.Yang menarik perhatianku sendiri adalah petak-petak kebun salak dan juga benda-benda purbakala tersebut.
Cagar Budaya
Sebelum memutuskan mblusuk-mblusuk kebun salak aku sempatkan melihat-lihat benda-benda cagar budaya yang hanya tinggal beberapa buah saja,tak terlalu banyak.Terdapat Lingga,Yoni,arca Nandi yang kepalanya pun sudah tak ada.O..o..kemanakah potongan kepalamu wahai arca??Selain itu juga ada lesung dan makara,yakni hiasan berbentuk ikan berkepala arca yang diyakini sebagai penolak bala.Biasanya terdapat di candi-candi.Kata penjaga tempat tersebut benda-benda ini ditemukan disekitar Turi.Benarkah??
Yoni
Makara Setelah melihat-lihat akupun segera menuju kebun salak yang berjarak sekitar 100 meter dari tempat penjualan tiket.Pak Subiyanto yang memandu malah menerangkan beberapa hal yang baru kuketahui tentang salak.Ternyata pohon salak itu ada yang jantan dan betina ya,halaaahh...kok kayak binatang?Dan ada jenis Pondoh Super,biasa dan masih banyak lagi jenisnya.Setahun bisa tiga hingga empat kali panen tergantung cuaca,dan panen raya biasanya sekitar bulan November-Desember.Petak -petak ini sendiri disewakan ke masyarakat Desa tersebut,dengan hitungan per-rumpun disewakan sekitar Rp.5000,- sedangkan lahan yang kosong perpetaknya dikenakan biaya sewa Rp.400.000,-

Salak Pondoh super atau biasa? Wah,bertambah nih wawasan tentang salak.Setelah memetik salak dan makan di tempat,Pak Subiyanto malah membawakan beberapa biji salak untuk kubawa pulang.Terimakasih ya Pak!Dan sebelum pulang,aku mampir ke toko koperasinya untuk membeli beberapa bungkus keripik,dodol dan jenang Salak.Nyam nyaaaammmm!
Sudah lama aku ingin jalan dengan mbak Ika.Temen blogger yang berawal dari kenal di situs pertemanan Friendster dan lanjut ke Facebook (dan juga se salon :) ini bukan hanya punya hobby jalan-jalan yang sama denganku,tapi sejujurnya,aku juga kagum dengan mbak Ika,yang meskipun punya pekerjaan sejibun tapi tetap bisa mengatur waktu untuk keluarga dan...jalan-jalan tentunya!Tadinya kami janjian akan ke pulau Sempu di Selatan Malang,tapi begitu tahu pulau Sempu ternyata jauhnya amit-amit jabank bebek,yaaahhh...sementara di delay deh!Meskipun Sempu ditunda,tapi bukan berarti gagal dong.Yang dinamakan nasib baik ya ini,akhirnya kita bisa juga merealisasikan acara jalan meski tujuan kali ini tak terlalu jauh.Kita merencanakan menyusur pantai Congot dan Glagah di Kulonprogo,sebelah barat kota Yogyakarta.Yuhuuuuu....semangaaaatt!Pantai Congot
Dengan bekal semangat pahlawan '45 akupun melangkah.Hmmmm,oya...sebenarnya ada satu lagi yang kukagumi dari mbak Ika,yakni foto-foto hasil karyanya.Wah,keren-keren euy,bikin ngiler plus ngiri.Aku sering mikir,gimana ya aksi dan polah mbak Ika kalau lagi 'ngejepret' obyek?? Mumpung pergi bareng,ini kesempatan buat 'ngintip' mbak Ika beraksi deh,ssstt biar ngintip tapi yang ini gak bikin sakit mata lhoo.....
Lagi motret dipotret.Mbak Ika beraksi
Tujuan pertama kami Pantai Congot.Meski sempat terjadi 'tragedi' kebablasan karena saking asyiknya kita berdua ngobrol akhirnya nyampe juga.Sik,asik...asiiikk....akhirnya bisa 'ngintip' juga mbak Ika beraksi.Duuhhh mbaakk...ternyata motret tu gitu yaaa...pake ndlosor,jongkok dan posisi 'tak lazim' lainnya.Pokoknya surprise dan seneng aja ngliatnya.Apalagi aku juga kebagian di potret,asyiiikkk...makasih mbak!
Nelayan baru? Pantai Congot ternyata sepi ya,hanya ada beberapa perahu yang sandar dan juga beberapa nelayan yang sedang membuat jaring.Mana panas lagi (hoho ya iyalaaahhh....namanya juga pantai!)akhirnya setelah potret-potret kamipun cabut menuju pantai Glagah yang katanya disana ada pula kebun Dragon fruit alias buah naga yang terkenal.Pantai Glagah tak jauh dari Congot.Ketika melewati tumpukan 'sesuatu' yang sebelumnya kami sama-sama blank tak tahu jenis tanaman apa itu,membuat mbak Ika dan aku penasaran tak berkesudahan.Masalahnya kami tak menemukan tanaman itu di sepanjang jalan,hanya batang-batang yang ditumpuk untuk dikeringkan saja.
"Taneman apa ya Dith..." Mbak Ika bolak-balik tanya."Endi mbak yang ditanam ora ono,"aku juga bengong.* mana mbak yang ditanam kok tidak ada*Akhirnya karena penasaran mbak Ika menghentikan mobilnya dan kita sama-sama turun dan bertanya kepada seorang yang sedang sibuk menjemur tanaman tersebut.Ealaaaahhh ternyata itu adalah enceng gondok!Biyuh biyuuuhhh....begini to bentuknya enceng gondok itu.Dan ternyata tanaman-tanaman itu datangnya bukan dari sekitar Kulonprogo lho,tapi dari Ambarawa dan Cilacap.Ughhh pantas saja dicari-cari di sepanjang jalan tadi tak ada!Bleeehhh....
Enceng Gondok yang dikeringkan Setelah melihat-lihat sejenak kami melanjutkan perjalanan ke Agrowisata Kusumo Wanadri yakni kebun buah naga dan rosella.Tadinya kami mengharap ada buah yang sudah matang di pohon,welaaahhh...kuciwa kudapat,ternyata mereka baru saja panen sehingga kami tak kebagian melihat ranumnya buah tersebut,meski ada beberapa yang masih hijau dan juga berbunga.Lumayan deh daripada tak dapat sama sekali dan agak terhibur ketika meneguk es sirup buah naga yang dijual.Oo,ternyata sirupnya mempunyai rasa agak asam sedikit (seperti ada rasa legennya).
Pohon Buah Naga yang baru berbunga
Sirup Buah Naga
Dari kebun buah naga dan Rosella kami berdua tertarik untuk berperahu di laguna dekat kebun itu.Mumpung ke Glagah,ojring deh hayuk aja....sambil ngobrol panjang lebar mbak Ika juga sempat 'jeprat-jepret' beberapa obyek.Mbak,mbaakkk....kameramu bikin aku ngileeerrr....!
Sepanjang laguna Setelah ngantuk-ngantuk dibuai angin sepoi-sepoi tak terasa perahu sudah mutar dari ujung ke ujung,yaaaahhh turun deh.Kok ya pas,begitu turun perahu perut keroncongan semua.Waktunya makan siaaaanggg...Sapa takuuuttt....hmmm....kami mampir di warung Yu Sum untuk menikmati udang dan ikan bawal,nyam nyaaaammmmm....Eits,tapi....aku kok malu ya,jadi ketahuan mbak Ika nih makanku banyak,wakakakakkk!!Duh mbak,lain kali kalau makan denganku harus banyak dong,jangan cuma sedikit,kan aku jadi mindeeerr......
Udangnya Yu Sum bikin kalap
Tak terasa waktu sudah makin beranjak....jalan-jalan sudah....motretpun usai....perut juga kenyang....akhirnya kami memutuskan untuk kembali pulang ke Yogyakarta.Waaahhh...benar-benar acara jalan yang luar biasa....selain bisa ngintip aksi mbak Ika memotret,aku juga happy karena selalu saja ada hal baru yang kudapat dari Mbak Ika.Thank you for everything mbakyu....lain kali kita jalan lagi ya,jangan bosan......
Setelah muter-muter dan bernarsisiana dengan Ayu ternyata membikin perut kukuruyukan.Asli,capek dan lapar jadi satu.Meskipun Ayu harus segera pulang ke Magelang,rasanya kurang dong kalau belum acara maem-maem.Menghemat waktu,kami mencari tempat makan yang masih dekat lokasi dengan Keraton dan Pulau Cemeti.Akhirnya kami memilih Royal,Garden Restaurant yang berada di Jalan Perkapalan alun-alun utara Yogyakarta dan bersebelahan dengan Jogja Gallery.
Laper tapi tetep senyum Resto ini sendiri menyajikan Chinese dan Seafood dan mempunyai slogan The Sensation of Royal Dining Experience.Untuk harga makanannya sendiri tak terlalu mahal.Bila telah melihat dan merasakan makanan yang disajikan rasanya sebanding dengan harga yang ditawarkan.Tak akan rugi deh.Wah perut semakin menyajikan irama keroncong begitu melihat menunya.Walaaahh...kok semuanya mengundang selera ya sepertinya.OMG,pilih mana nih...masa hanya kami berdua harus pilih semuanya??
Green Day dan Blue Santana Waiter yang ramah dan murah senyum ikut membantu kami memilihkan menu malam itu.Ternyata baru kami tahu bahwa menu andalan di resto tersebut adalah tahu!Nama menunya Homemade tahu Royal,yang terdiri dari tahu,brokoli dan jamur.Glek.Baru lihat gambarnya sudah menelan ludah.Dan juga perut semakin kencang bermain musik.
Home Made tahu Royal
Selain Homemade Tahu Royal,kami juga memesan Ayam Dragon.Wow,apalagi nih.Olaaaahh tobaaattt....ternyata ayam yang dimasak mirip Chicken cordon blue gitulah,tapi ini bentuknya kotak dan telah dipotong-potong.Soal rasa eh ternyata yummy,garing banget!Waduuhhh....tadinya aku pikir ada unsur naganya....eh ternyata malah perutku yang isinya naga dan yang minta diisi makanan segera!Hahahaha....!
Ayam Dragon
Pesanan lain malam itu adalah sup asam Pedas ala Sze Chuan.Wis,pokoke begitu lewat tenggorokan rasanya mak glendeeerrrrr....ya sesuai namanya ada rasa asam,ada sedikit pedasnya juga meski tak begitu kentara.Untuk minumannya Ayu pesan Green Day yaitu juice sayuran dan aku sendiri pilih Blue Santana yang tentu saja berwarna biru (ya iyalaahh...namanya juga blue,kalau kuning pastilah namanya Yellow Santana,kikikikik)
Sup ala Sze Chuan
Acara makan diselingi dengan (fiuh,lagi-lagi) bercentil n bernarsis ria...ya ampyuunnnn...sempet-sempetnya yaa...kalau dipikir-pikir,perut sudah keroncongan tapi senyum tetap saja mengembang,beibeh!Lagian tak apa,berkeroncongan dahulu bersenang-senang kemudian.Makanan datang langsung kita hajar.....
Eehh...tak selesai disitu lho,masih ada 'oleh-oleh' yang dibawa pulang.Kebetulan my prince,Lexy nitip makanan,jadi sekalian saja pesan makanan favoritnya yakni nasi goreng seafood dan juga mie goreng ala Malaysia yang agak sedikit pedas namun uenaakk.....OMG,alasan semula kan ini oleh-oleh buat Lexy,nyatanya.....aku juga ikut nyemil!Sstt...damai,damaaiii....ini kan demi perbaikan gizi.....kikikikikk!!
Jalan-jalan ke museum?Ugghh....siapa takuuuttt??Lagipula ada teman yang suka banget batik ikut menemani.Kali ini teman jalanku adalah Ayu.Ayu yang (kembali) cuti dan pulang kampung ke Magelang janjian dengan mis muter buat acara bernarsis ria dan kangen-kangenan.Tadinya sempat bingung memilih lokasi yang sekaligus bisa merangkum semua tujuan kami bertemu ini.Tapi begitu ingat Ayu suka juga dengan batik,kenapa tidak mencoba menyambangi museum batik ya?
Setelah sepakat dan akhirnya mencapai kata mufakat(ihh kayak meeting ya) akhirnya ada beberapa tujuan jalan kami,yakni museum batik (yang utama),kemudian keraton dan pulau cemeti di Tamansari.Pas...bisa mengenal lebih lanjut tentang budaya sekaligus acara narsis juga terpuaskan.
Setelah janjian bertemu di Galeria,kamipun segera menuju museum yang terletak di jalan DR.Sutomo 13 A Yogyakarta.Letaknya tak persis di pinggir jalan,namun agak sedikit masuk ke gang.Tak sulit menemukannya karena ada papan petunjuknya.Tadinya hanya untung-untungan juga sih ke sana karena kami tak tahu pasti jam bukanya.Tapi untunglaahh...pas di depan pintu kami tak ditolak karena masih jam buka.Oooo...ini to museumnyaa...begitu aku berguman.
Kami bertemu dengan pak Prayoga yang mengantar kami berkeliling dan menunjukkan koleksi batik-batik disana.Woowww....kereeeennn....aku nggak menyangka,ternyata museum ini memiliki beberapa koleksi batik juga yang umurnya sudah tua sekitar tahun 1800 an.Surprise,surprise!Buat para pencinta batik pasti ini surganya.Aku sendiri suka batik namun tak terlalu paham,tapi dengan berkunjung ke museum tersebut minimal aku jadi tahu asal batik dari mana saja dan beberapa jenis batik yang dipergunakan untuk berbagai keperluan acara.Ternyata ada artinya ya.Kupikir sembarang batik bisa saja digunakan untuk acara apapun.Kebayang kan kalau ada batik yang seharusnya dipergunakan untuk menghadiri acara layatan orang meninggal malah kita pakai untuk menghadiri acara ulangtahun atau pesta pernikahan??Bubraaahhh....hahahaha!
Ayu dan batik
Ayu sendiri yang lebih aktif bertanya-tanya soal batik ke Pak Prayoga,aku malah asik pengen motret Ayu,hihihihi....pas banget membayangkan Ayu mengenakan batik di tempat ini.Putri Jawa sekali deh kelihatan anggun.Oya,di sana juga kami melihat koleksi canting dan alat cetak batik,wah waahh....banyak juga lho....sepertinya untuk belajar tentang batik tak cukup sehari deh.Sedang asyik-asyiknya melihat-lihat koleksi batik,ternyata Ibu Dewi Nugraha pemilik museum ini dari generasi ketiga datang.Ibu yang sudah sepuh ini ternyata masih bersemangat juga,malahan beliau menceritakan tentang beberapa sulaman yang dibuat beliau dan beberapa koleksinya pun ada di ruangan sebelah.
Di lemari inilah koleksi batik tertua
Selesai berkeliling dan melihat pula koleksi sulam bu Dewi,Ayu ternyata naksir beberapa potong blouse batik yang dijual juga disana,mumpung deh di Yogya,borong Yuuu....lagian modelnya cantik banget! Pas buat Ayu yang langsing :)
Pak Prayoga memperlihatkan koleksi alat cetak batik
Kalau tak ingat waktu bisa-bisa nginap juga nih di museum sambil meluk kain batik,wakakakakk....aaahh sudahlah,berlanjutlah kami ke tempat yang berikut yakni keraton.Namun kali ini kami tak beruntung,ternyata keraton buka sampai pukul 14.00 WIB saja padahal kami sampai disana pukul 15.00 WIB,yaahh...batal deh melihat-lihat isi keraton....namun dasar kami tak pernah mati gaya,tetap saja acara 'main' di keraton berlangsung,acara narsisiana terjadi di halaman belakang....foto-foto dengan disaksikan kucing yang berlalu lalang di depan kami seakan ingin ikut bergaya....dooohh puuusss....minggir dikit,napaaa....
Buka pintu..buka pintu..beta mau masuke
Dengan gaya jongkok,ndelosor,berdiri,duduk dan sebagainya sampai mabok kami puaskan di sana.Untung.....pak Sultan tidak melihat kegenitan dua orang 'turis' ini beraksi di halamannya,hahaha.....!Action terus,pokoknya anti mati gaya!!Duh Gusti Pangeraaannn....

Acara centilwati tak berhenti disana,kamipun lanjut ke pulau Cemeti yang berada di Tamansari.Bangunan tinggi yang dulunya dijadikan tempat beristirahat sekaligus tempat mengintai Raja ternyata kondisinya memprihatinkan.Aku dengar ini termasuk salah satu situs yang terancam punah,wah sayang,tapi meskipun demikian masih saja banyak yang mendatangi tempat ini,terutama saat senja....yang kata orang melihat sunset disini aduhai rasanya.Wehhh...memang aduhai,bagus banget buat lokasi foto,tapi terlalu banyak orang yang datang pada saat kami disana,sepertinya kami berebut lokasi bagus untuk berfoto,iihh gemes deh!
Reruntuhan bangunan di Pulau Cemeti
Ayu sendiri yang phobia ketinggian kebanyakan tak berani lihat kebawah,waduuuhhh...Yuu...apa perlu butuh bantuanku buat nuntun....wakakakakak...tapi biar takut-takut,acara foto sih tetap jalan dunk.Mana mau rugi,sudah sampai disini.lagian motret matahari terbenam asyik banget yaa....cckkk cckkk....kamera sampai menjerit!
Sepulang dari Pulau Cemeti,kami belum lagi berpisah karena akan melanjutkan acara wiskul,dan kali ini tempat makan yang akan kami datangi masih dekat dengan keraton,yakni di alun-alun utara,ROYAL,resto yang berdampingan dengan gallery ini sepertinya menarik untuk dinikmati kelezatan makanannya.Tapi...khusus cerita makanan dan restonya di postingan selanjutnya aja yaa....sabaaarrrr....