
Setelah Nyonya Pai sudah jarang kudengar,bergantilah ia memanggilku dengan nama ENDUT tadi.Kadang aku geli sendiri,tak salahkah ia memanggilku Endut,karena bila dilihat dari postur dan berat badan seharusnya yang lebih pantas dipanggil Endut itu adalah mas TH,hehe...bagaimana tidak,berat badannya saja sudah overweight dan kini ia malah sedang giat-giatnya berdiet dan berolahraga untuk menurunkannya.Dulu sewaktu pertama kali ia memanggilku dengan nama Endut aku hampir saja cemberut seharian,bukannya apa-apa,waktu itu di depan banyak orang aku dipanggil Endut dengan suara keras dan nyaring sehingga semua memandang aneh pada kami berdua,mungkin mereka bingung,kenapa mas TH yang gemuk itu justru memanggil istrinya yang (tak begitu)gemuk dengan panggilan Endut,hahahahaha!!!Huh,aku malu sekali!Tapi meskipun sempat sebal dan malu,entah kenapa lama kelamaan julukan Endut itu sudah tak aneh bagiku,aku terbiasa dan malahan menjadi candu bagiku.Sehari saja tak mendengar teriakan Mas TH memanggilku Endut,aku merasa ada yang kurang dan kehilangan.Biasanya kala aku berada jauh dari mas TH dan sampai berhari-hari tak bisa bertegur sapa,aku malah merindukan panggilan Endut itu.
"Nduuuuuuuuttt!!Ambilin kaos tennisku!!" Hehehehe....panjang umur dia.
"Nduuuuuuuuttt!!Ambilin kaos tennisku!!" Hehehehe....panjang umur dia.
No comments:
Post a Comment