Sebelumnya sempat gamang juga saat mendengar info bahwa sepanjang jalan menuju perbatasan sangatlah rawan.Ada kasus penembakan yang pernah terjadi di sana.Dasar Mis MM,semangat 'muter' mengalahkan segalanya,termasuk rasa takut yang kemudian diminimize.So,singkat cerita....pasukaaan...jalan!Saya,suami dan pangeran gantengku,Lexy memulai perjalanan menuju perbatasan.
Perjalanan ke arah perbatasan dari kota Jayapura melewati Tanah Hitam,Distrik Koya,hutan-hutan sepi,jalanan menanjak yang sunyi dan rasanya semakin mendekati perbatasan tak ada satupun kampung kulihat.Belum lagi sisa hujan lebat malam sebelumnya yang menumbangkan beberapa pohon sepanjang jalan menambah dramatis suasana.Seram namun seru.Nasib baik,kami diantar oleh pak polisi yang baik hati itu untuk berkeliling di perbatasan,bahkan kami diperbolehkan masuk ke wilayah PNG dan 'muter-muter' di sekitar perbatasan setelah sebelumnya memarkir kendaraan kami di wilayah Indonesia tentunya.Asyiikk...asyik..asyiikkkk...!

Perbatasan hari itu sepi.Hanya ada beberapa pengunjung saja,bahkan saya lihat tak ada petugas di kantor Imigrasi atau PPLBnya PNG.Bahkan beberapa pedagang di PNG banyak yang menutup lapak mereka.Hmmm...mungkin mereka masih sibuk ber'tahun baru'an.Saya lihat ada satu lapak yang buka.Terlihat dari jauh asap mengepul.Penasaran dengan apa yang dijual mereka sayapun mendekat.Ooowww...ternyata ada seorang Ibu yang berjualan iga domba dan pisang bakar.Konon,dombanya dari Australia lho.Karena boleh membayar pakai Rupiah maka saya minta dibungkuskan seiris iga yang dihargai Rp.50.000,-oleh Ibu yang mempergunakan bahasa Inggris itu.
Tak lupa siang itu kami berfoto-foto di gapura perbatasan dan juga sempat melihat pasar atau marketing point di perbatasan sebelum meninggalkan Skow.Menurut berita pasar ini merupakan pasar percontohan.Lokasinya yang sangat strategis ini berpotensi meningkatkan ekspor karena pembelinya mayoritas penduduk Vanimo, Ibu kota Provinsi Sundaun yang merupakan wilayah perbatasan Indonesia dengan PNG.Sayang saat itu pasarnya tutup.






3 comments:
hahaha, di posting lalu nanya tentang perbatasan dengan PNG eh di posting ini dibahas, hehehe :P
Wah, asyik dong tuh. Jadi secara teknis bisa bilang bahwa udah pernah ke PNG kan, huahahaha :P
Btw, sepertinya seram juga ya perjalanan dari Jayapura ke PNG-nya, hmm. Tapi setidaknya ada akses jalan sih ya :)
Btw (lagi), iganya enak nggak tuh? Harganya lumayan juga ya, Rp 50.000,-, hmmm.
Enak ya... bisa melancong ampe jauh ke pedalaman Papua
Hai Zilko iya nih baru juga ditanya eh udah ditulis ya postingan ttg perbatasan PNG..hmm itu iga dombanya lumayan gitu deh....cuma bakar doang kok,tapi ya itu memang di sini semua mahal kan,50 ribu udah lumayan deh hehehe...Lantai Kayu,tq for visiting my blog
Post a Comment