Tuesday, October 1, 2013

Nyanyian dari Sarmi

Terlalu lama tidak menulis membuatku seperti patah hati.Lebih dari setahun blog terbengkalai karena kesibukan-kesibukan baru yang kudapatkan setelah pindah dari kota Jayapura menuju salah satu kota kecil di Papua yakni Sarmi.Patah hati ini bertambah parah saat harus tinggalkan kota Sarmi untuk pindah lagi ke kota lainnya di Papua Tengah yakni di kota Nabire.Bah! Belum satupun tentang Sarmi yang kutulis di Blog dan aku sudah harus pindah?

Puji Tuhan di Nabire saya diberi kesempatan untuk menulis lagi meski aktifitas baru rasanya lebih menumpuk dibanding ketika tinggal di Sarmi.Well,tak jadi masalah,yang penting sekarang saya dapat kemudahan bisa mengakses internet dan memposting tulisan saya.Saya akan mengobati patah hati saya pelan-pelan namun pasti.Terimakasih Tuhan.


 Pantai Sawar

SARMI.Banyak teman yang bertanya-tanya Sarmi itu letaknya dimana dan apakah benar itu nama sebuah kota.Sebelas bulan yang lalupun saya juga mempertanyakan hal tesebut karena belum pernah sekalipun saya menginjakkan kaki di tempat yang bernama Sarmi yang ternyata merupakan singkatan dari nama-nama suku besar yang ada di sana yakni : Sobey,Armati,Rumbuai,Manirem dan Isirawa.

Pulau Sawar

Sarmi bisa dijangkau melalui darat dari Jayapura dan dibutuhkan waktu berkendara kurang lebih 8-9 jam jika lancar.Jika ingin menggunakan transportasi udara ada maskapai Susi Air yang akan mengantar dua kali seminggu setiap hari Senin dan Jumat dengan lama perjalanan sekitar 50 menit.

 Pulau Sawar

Tadinya saya pikir akan membosankan bila tak menemukan tempat untuk berwisata di Sarmi.Memang sangat sulit mencari tempat yang nyaman berwisata karena pemerintah setempat sepertinya kurang memperhatikan hal ini.Belum ada sarana dan prasarana yang mendukung meskipun ada potensi yang sangat bagus untuk di promosikan.

 Air terjun Sewan

Belum banyak tempat bagus yang saya explore.Pulau-pulau yang konon katanya indah juga belum sempat saya nikmati keindahannya,namun ada beberapa yang menarik hati saya seperti pulau Sawar yang tak begitu jauh dari kota Sarmi,hanya ditempuh sekar lima menit saja dengan menggunakan speed,atau pulau berpasir putih lainnya yakni pulau Liki.

 Pulau Liki

 Tempat lainnya yang dapat dijadikan alternatif dalam berwisata adalah air terjun di Sewan,setengah jam dari kota dan dibutuhkan waktu sekitar 1 jam berjalan kaki memasuki hutan untuk mencapai lokasi tersebut.Namun seperti yang saya sampaikan di atas bahwa tempat inipun masih jauh dari perhatian pemerintah sehingga terkesan tak terurus.

 Air terjun Sewan

Semoga kedepannya Sarmi dapat lebih mengembangkan lagi sisi pariwisatanya dan banyak tempat indah lainnya yang bisa diperlihatkan kepada dunia.Sepuluh bulan kurang 6 hari saya tinggal di Sarmi,banyak kisah menarik yang saya dapat selama di sana.Mungkin di lain kesempatan saya akan share tentang bagaimana rasa cinta saya bisa tercurah untuk kota kecil ini.Semoga.

(29 Oktober 2012 - 23 Agustus 2013)

4 comments:

karila arilex said...

Mba..foto-fotonya bagus.. :)
Ingin suatu hari bisa menginjakkan kaki di bumi papua yang kaya :) Amien

JudithNatalia said...

@Krila arilex Amiinn..semoga keinginannya akan menjadi nyata.Mampir ke Nabire kalau ke Papua

Widya Herma said...

Indah banget disana, mbak :D

Unknown said...

Pulau sawar itu berpenghuni kah kak???