skip to main |
skip to sidebar
Ya ampun,tolooooooonggg.....Mis MM lagi diserang penyakit serius!Yup,serius sekali karena sudah lama blog ini tidak ter-update karena penyakit yang di derita mis MM.Penyakit'malas menulis' !!Fiuuhh entah mengapa menghinggapiku.Beberapa acara jalanku terpaksa kubiarkan begitu saja tanpa kutulis di blog.MEMALUKAN memang untuk seorang blogger :)Namun awal tahun 2010 ini sepertinya rasa malas ini harus diberantas hingga ke akar-akarnya,huehehe....ayo semangaaaaattt!!Untuk permulaan,aku akan tulis acara jalan-jalan ke Semarang dan sekitarnya yang kulakukan di bulan Desember 2009 sebelum Natal kemarin.
Acara jalan kali ini memang kulakukan bersama keluarga tercinta,Orangtua,Hubby dan anak.Ceritanya sih kami akan melakukan wisata Ziarah ke Gua Maria yang ada di Ambarawa (Gua Kerep) dan Rosa Mystica yang ada di Salatiga.Tapi dipikir-pikir sekalian juga jalan ke beberapa tempat menarik lainnya selain Gua Maria.Maka jadilah kita juga mengunjungi Pagoda Avalokitesvara di Watugong,Klenteng Sam Poo Kong,Klenteng Tay Kak Sie di Semarang dan juga sempat melihat sejenak Klenteng di Salatiga.
Pagoda Avalokitesvara
Hotel Wijaya Ambarawa Kami berangkat dari Jogja.Tujuan pertama adalah cek in dulu di Hotel Wijaya yang ada di dekat Gua Kerep Ambarawa,sekitar 50 meter saja dari Gua Kerep.Hotel ini di rekomendasikan oleh seorang teman Ibu dan ini hotel baru karena terus terang aku juga baru lihat setelah kunjunganku terakhir ke sana setahun yang lalu.Karena rencananya kami akan berdoa di Gua kerep malamnya maka setelah cek in kami berniat untuk jalan dulu ke Semarang.Sebelum memasuki Kota Semarang di daerah Watugong kami mampir ke Pagoda yang ada disana.Tak sulit mencarinya karena letaknya di pinggir Jalan Raya dan persis depan Kodam Diponegoro.Wah,lumayan tinggi,sekitar 45 meter dan mempunyai 7 tingkat yang makin mengecil hingga puncaknya,konon ini adalah Pagoda tertinggi di Indonesia.Sebelum naik ke Pagoda kita bisa temui patung Buddha yang berada dibawah pohon Bodhi.Juga ada Patung Dewi Kwan Im.Tapi sayang di dalam Pagodanya dilarang untuk berpotret ria,jadi hanya berkeliling disekitarnya saja.Oya,konon disini juga bisa untuk konsultasi berbagai masalah dan ada suhu yang akan bersedia membantu.
Depan Pagoda
Patung Budha dibawah pohon Bodhi
Depan patung Budha
Dari Avalokitesvara kami lanjutkan perjalanan ke Klenteng Sam Poo Kong yang ada di Jalan Simongan Semarang Selatan atau terkenal juga dengan sebutan Klenteng Gedong Batu.Konon Klenteng ini didirikan untuk menghormati Laksamana Cheng Ho yang dulu pernah sampai di tempat ini.Cheng Ho sendiri dianggap sebagai cikal bakal atau nenek moyang warga keturunan Cina disana.Ada beberapa bangunan di lokasi ini,dan yang paling besar adalah bangunan kuil dengan Patung Laksamana Cheng Ho di depannya serta ada relief diorama tentang perjalanan Cheng Ho.
Sam Poo Kong Semarang
Tujuan berikutnya tentu saja berburu Loenpia!Cihuuuyyy...makanan kesukaan mis MM!Sepertinya tidak afdol kalau sampai di Semarang dan belum memborong loenpia.Kali ini aku merekomendasikan Loenpia Gang Lombok sebagai loenpia yang paling yummy! Ini juga adalah bocoran dari Ibu sebagai pelanggan tetap Loenpia gang Lombok jika berkunjung ke Semarang.Loenpia ini sendiri adalah cikal bakal dari loenpia Semarang dan kios ini sekarang dipegang oleh generasi ketiga pemiliknya. Tak susah mencari lokasinya,kios ini bersebelahan persis dengan Klenteng Tay Kak Sie yang terkenal itu.Karena letaknya bersebelahan maka aku juga menyempatkan untuk berjalan ke Klenteng.Guess what! Aku malah dapat kenalan seorang bapak yang dengan rela menceritakan sedikit tentang klenteng ini.Klenteng ini sendiri adalah klenteng yang sudah tua umurnya,didirikan sekitar tahun 1746 dan memuja Dewa Dewi Tao,hampir semua Dewa ada di Klenteng ini.Di sebelah klenteng ini juga terdapat seperti tempat untuk berdoa bagi orang yang telah meninggal,dan seberang klenteng sendiri terdapat replika kapal yang digunakan oleh Laksamana Cheng Ho dahulu.Asyik ngobrol,eeh malah lupa menanyakan nama Bapak tersebut,btw,thanks, Pak!
Klenteng Tay Kak Sie
Loenpia sudah dapat,Klenteng sudah dikunjungi,waktunya kembali ke Ambarawa nih!Setelah mandi dan istirahat sejenak,pukul 19.30 WIB kami baru menuju ke Gua Kerep.Wah,Gua Kerep sekarang semakin bagus dan besar,dan ada juga tiruan danau Galileanya segala.Pada malam kami kesana suasana lumayan tak terlalu ramai,tapi juga tak sepi sepi amat.Saat yang benar-benar tepat buat khusuk berdoa.Hmmm...tapi sebelum berdoa kok malah pada milih makan dulu ya,ampoooooonnn....ini gara-gara dapat bocoran,pecel di Gua Kerep enak banget.Dulu hanya di bawah Gua Kerep (dekat jalan) saja yang terkenal,tapi kini hampir semua warung berjualan pecel juga,wah bingung...tapi nyam nyam nyam...kenyang juga dan tak mengecewakan.
Seorang anak kecil memasang lilin di depan Gua Maria Kerep
Pagi harinya saatnya cek out dan kami akan lanjutkan perjalanan ke Salatiga mencari Gua Rosa Mystica.Sebelumnya kami juga mampir dulu ke Sate Sapi Suruh yang dulu sering aku datangi ketika tinggal di Banyubiru sekitar tahun 2004.Masih tetap enak dan terus terang ngangenin.Kami juga sempat mampir beli oleh-oleh khas Salatiga yang sudah kondang itu,apalagi kalo bukan abon,kripik paru,enting-enting dan dendeng sapi.Wah,borong...borong...!Oya letak toko oleh-oleh tersebut persis depan Klenteng.Yaelaahh..ketemu Klenteng lagi nih.Foto lagiiii...hehehe....
Sate sapi suruh
Klenteng di Salatiga
Agak siang juga kami tiba di Gua Rosa Mystica yang ternyata terletak di Banyuurip Tuntang,setelah bertanya kesana kemari akhirnya kami sampai juga dan harus menaiki beberapa anak tangga untuk sampai di Gua,ngos ngosan sedikit,untungnya udara sejuk,dan juga pemandangan dari atas bukit bagus,wah pas banget.
Gua Maria Rosa Mystica Setelah berdoa disini kamipun segera beranjak kembali pulang,dan perjalanan kali ini kami sempatkan mampir di cafe Banaran Bawen yang terkenal dengan kopinya tersebut,maklum hampir semua dari kami adalah penggemar kopi.Oya,sewaktu berangkat dari Jogja hari pertama kami juga sempat mencicipi bermacam kopi di cafe Eva.Nah di Banaran agak lebih spesial,karena ada perkebunannya dan juga arena bermain.Disini tersedia kereta(mobil terbuka) untuk berkeliling kebun kopi yang harga sewanya Rp.50.000,- untuk sekitar 4- 5 orang penumpang.Kemudian ada juga arena Outbound,off road,Flying Fox,lapangan tennis,kolam renang juga play ground.Maksud hati sih ingin mencoba flyingfox,tapi kok ya ngeri??Hayaahh....milih keliling kebun kopi dan kebun buah saja ah! Lebih aman sepertinya.Dari puncak kebun kita bisa melihat pemandangan ke arah Rawa Pening.Olalaaa...indah juga ternyata....
Keliling kebun kopi dan kebun buah di Banaran Plantantion Bawen
Rawa Pening dikejauhan Keliling kebun sudah,makan dan minum kopi sudah,astaga..kok malah ngantuk ya...hahaha...benar-benar kopi sudah kebal bagi kita semua,ya sudahlah,kami akhirnya melanjutkan perjalanan kembali ke Jogja.Meskipun sebenarnya masih ingin terus berkeliling Semarang dan sekitarnya,tapi tetap saja kami harus kembali,karena harus persiapan malam Natal.Perjalanan mis MM bersama keluarga yang mengesankan meski di postingan ini maaf sungguh maaf keluarga tidak kelihatan dalam foto,huehehehe.....
Mendengar kata Lawang Sewu biasanya bulu kuduk langsung berdiri,njegrik.Nama sebuah gedung di kota Semarang itu memang terkenal keangkerannya(paling tidak untuk yang pernah mengalaminya).Meski sudah beberapa kali menginjakkan kaki di kota Semarang rasanya kudu mikir-mikir untuk mengunjungi gedung yang ternyata kini milik PT Kereta Api tersebut.
Namun pada tanggal 11 Nopember 2009,aku memberanikan diri mengunjungi gedung tersebut,bukan karena nekat dapat wangsit,tapi karena kebetulan banyak temannya untuk masuk kesana,hahahaa....judulnya uji nyali rame-rame!Kebetulan pada waktu itu kami rombongan dari Bojonegoro sedang berada di kota Semarang dalam rangka menghantar kepindahan pimpinan suami,so...siapa takut ke Lawang Sewu jika beramai-ramai begini???
Latar belakang Tugu Muda Semarang
Perjalanan di Semarang didahului pada tanggal 10 Nopember 2009 bertepatan dengan hari Pahlawan.Pada waktu itu mantan pimpinan hubby mengajak kami semua untuk mutar mutar pantai Marina Semarang dengan menggunakan kapal.Dan sekali lagi,meski sudah berulang kali ke Semarang namun ini juga adalah kali pertama aku berada di Pantai Marina yang terletak di Utara kota Semarang.Waduuhh ternyata aku ketinggalan yaa....
Marina Beach saat senja
Sambil menikmati suasana pantai di senja itu seperti biasa aku tak lupa sekedar menjeprat jepret pemandangan dan juga saking isengnya Dani dan Imam,dua orang pengikut rombongan aku jadikan model qqqqq....hmmm...senja di Pantai Marina Semarang saat itu indah sampai tak terasa sudah magrib dan kami harus kembali ke Hotel.
Muter-muter naik kapal sampai masuk angin
Paginya,kami semua menuju Lawang Sewu sebelum kembali ke Bojonegoro.Ada juga yang tak mau ikut masuk ke gedung karena belum-belum sudah takut.Yaelaaaahh....segini banyaknya rombongan kok takut sih??Sayang dong...udah bayar,lagian malu sama rombongan anak TK dari Plamongan yang juga sedang tour disini,wkwkwkwkkk!Tadinya rombongan dibagi dua gelombang dan masing-masing ditemani seorang pemandu (hmmm aku rasa dia juga pawang n paranormal nih soalnya nggak ada takut-takutnya).Sebagian peserta 'tour dadakan' ini memang berniat banget melihat penampakan,baik secara langsung maupun iseng-iseng berhadiah dari foto-foto yang mereka jepret terus.Tapi sebagian lagi hanya ingin tahu saja bagaimana isi dari gedung tersebut.Yeaaahhh kalau yang ini sih termasuk aku,amit-amit jabank bebeeekk....aku gak pengen lihat penampakan!!
Menurut catatan sejarah gedung ini dibangun sekitar tahun 1903 dan pernah digunakan oleh Belanda sebagai kantor pusat kereta api.Berada di kompleks Tugu Muda Semarang gedung ini nampak berdiri dengan megah dan bergaya art deco.Gedungnya yang besar serta berpintu banyak inilah yang mungkin pada akhirnya lebih terkenal dengan nama Lawang Sewu atau seribu pintu.
Seribu Pintu
Gedung tua yang kini dilestarikan ini benar-benar antik menurutku,lumayan deh kalau mengelilingi gedungnya,maksudnya lumayan..bikin gempor,huehehe!Ada yang menarik perhatianku,yakni kaca-kaca besar yang ada didalamnya...waahh kereeennn!namun ketika beberapa orang memutuskan untuk turun ke ruang bawah tanah yang konon dulu dipakai sebagai tempat penjara dan pembantaian,nyaliku langung menciut.Emoh,emoh..emooohhh!Biar dibayar juga ogah deh,sereeeemmm...konon ceritanya,dibawah gelap tak ada penerangan sama sekali ditambah lembab karena banyak air.Dan...disanalah sering dijumpai penampakan...dan...jreng..jreng..jreeeenngg....bener aja!Di salah satu foto rombongan kami ternyata ada gambar penampakan seperti sesosok perempuan yang ikutan nampang dibelakang mbak-mbak polwan.Hiiiiyyyyyyy!!Dhemit-dhemit gak doyan nasi,sana pergiiiiiiii!!

Fiuuhhh...benar-benar perjalanan dan acara wisata yang lumayan mengerikan.Tapi meskipun terlihat serem-serem empuk toh tetap menyenangkan!Bagi mis muter muter mana ada sih perjalanan yang gak enak??qqqqqqq.....
Minggu lalu ketika ada waktu berangkat ke Jakarta untuk suatu acara,seperti biasa,Miss MM punya ide,sambil menyelam minum air es hahaha....jadilah acara jalan-jalan disela acara utama.Karena teman-teman baik banyak yang berdomisili di Jakarta maka sekalian juga jadi ajang temu kangen...waahh pokoknya ini kesempatan harus dipergunakan dengan sebaik mungkin.Setelah janjian sana sini akhirnya rencana mendadak ini bisa terealisasi.Tiba di Jakarta Jumat pagi tanggal 2 Oktober,langsung menuju ke Mercure Hotel dan disana sudah ada seorang sahabat baikku,Mbak Shant sengaja menyempatkan waktunya dari Bandung,jauh-jauh untuk ketemuan denganku.Waaahh thanks mbak Shant!Juga Brownies manisnya!Bersama salah seorang teman,mbak Lusmy,akhirnya kami langsung menuju ke Kota Tua yang kayaknya asyik nih buat dikelilingi.Aduuhh...bener-bener ndeso banget,kayaknya baru kali ini deh aku menginjakkan kaki di Kota Tua...dari dulu kemana saja ya?

Depan Museum Sejarah Jakarta Salah satu tempat yang langsung kami tuju setibanya disana adalah Museum Sejarah Jakarta atau yang terkenal dengan Museum Fatahillah.belum juga masuk museum,sudah bergaya di meriam yang berada di Fatahillah square...idiihh...acara narsis dimulai.Dan ketika kami bergaya juga di pintu depan museum ternyata penjaga museum mempersilahkan kami masuk,"Yang hari ini pakai batik,masuk gratis..." Waaaahh.....memang kami semua sengaja janjian pakai baju batik pada hari tersebut,lumayaaann...ternyata bisa gratis masuk museum Fatahillah!

Pintu kuno merah yang kusuka Begitu masuk museum,terus terang aku mengaggumi gedung tua yang pernah dijadikan balai kota dan bergaya abad 17 ini,sampai sempat berandai-andai jika aku bisa tinggal didalamnya...hehehehe!Dulu gedung bertingkat tiga ini sendiri dipakai sebagai perkantoran,gedung pengadilan dan penjara bawah tanah yang konon terkenal sebagai penjara tersadis.Sebenarnya penasaran sih dengan penjara bawah tanahnya,tapi mbak Shant nggak berani masuk,padahal kalau banyak waktu pengen juga sih menyelinap,eehh....tapi kalau sendirian????Yah akhirnya muter-muter saja melihat isi museum yang terbagi atas beberapa ruangan itu dan juga meriam Jagur peninggalan Portugis abad ke 16 yang terkenal memiliki kekuatan magis (hmmm ga jelas kekuatan seperti apa yang dimaksud),ada pula patung Dewa Hermes yang merupakan Dewa keberuntungan.
Green window Lelah berputar-putar di museum kami akhirnya memutuskan untuk beralih ke Cafe Batavia yang tak jauh dari museum.Sebelum masuk Cafe ternyata ada dua orang sahabat lagi yang bergabung,mbak Indri dan Cik Ing...makin seru nih acara mengelilingi Fatahillah Square.Bangunan Cafe Batavia sendiri merupakan bangunan tua setelah bangunan museum Sejarah Jakarta yang sebelumnya kami datangi tadi.Gedung ini dahulu berfungsi sebagai rumah tinggal,gudang,art galeri dan akhirnya cafe seperti saat ini.Interiornya sendiri unik dan hampir seluruh sisi dinding dihiasi oleh foto-foto tua.Bahkan sampai ke toiletnyapun terdapat foto-foto tua serta kaca yang dibingkai lampu kuning.Keren abiiiss!

Setelah mencicipi menu dimsum yang yummy kamipun beralih menuju La Piazza di Kelapa Gading.Wooaaaaa...makan lagiii...dan tentu saja ngrumpi lagi.Di sana rombongan bertambah,ada mbak Rei,mbak Elis,mbak Rere,pokoknya seruuuu!Makan malam di Alibaba serta diakhiri dengan janjian untuk esok harinya.Mbak Indri,maturnuwun traktirannya!
Berbatik Ria di Alibaba with De Kunthies Pagi harinya,Sabtu tanggal 3 Oktober kami bertemu lagi di Monas.Welaaahhh..ternyata mbak-mbak tersayangku ini meskipun tinggal di Jakarta belum ada yang pernah masuk dan sampai puncak Monas! Tapi begitu melihat antrean yang sudah memanjang bak ular naga,niat untuk masuk dan naik ke puncak pun sirna.Kami segera beralih ke museum lainnya yang tak jauh dari Monas dan berada di Jalan Merdeka Barat.Kali ini kita bergaya di museum Nasional atau yang terkenal pula dengan sebutan Museum Gajah.Disebut museum gajah karena di sini terdapat patung Gajah pemberian dari Raja Thailand pada tahun 1871.
Depan Monas
Museum Nasional
Wuiihhh ternyata koleksi museum ini banyak dan lengkap yaa...aku sampai kesenangan memotret beberapa koleksi,diantaranya ada arca yang mirip anjing namun bertaring,lhaahh ini kan antik!
Kemudian patung nandi,lingga,yoni,patung Bhairawa yang merupakan patung tertinggi di gedung ini dan diperkirakan berasal dari abad 13-14.Woww...kalap!kalap! Untuk penggemar barang kuno dan peninggalan bersejarah seperti aku ini pasti betah deh berada disana.
Setelah cukup berputar-putar di museum akhirnya kami memutuskan untuk menuju Grand Indonesia untuk makan siang.Disana sudah menunggu lagi dua orang sahabat lainnya,mbak Delia dan mbak Milla.Wah seru...seruuu! Benar-benar pertemuan yang luar biasa!Mbak Elis,maturnuwun ditraktir makan siang di Excelso depan air mancur yang cantik,mbak Delia thanks oleh-oleh dari Singaporenya! I love it!

Grand Indo bersama sahabat-sahabat
Meskipun waktu pertemuan yang terbatas (karena aku harus mengikuti acara di Mercure) namun rasanya berkesan sekali.Terimakasih sahabat-sahabatku semua...untuk waktu dan perhatiannya buatku selama berada di Jakarta.Jika ada sumur diladang bolehlah kita menumpang mandi,jika ada umurku panjang bolehlah kita MUTER MUTER lagi yaaaa!! Muaaaacccchhhh!!
Sabtu kemarin saat berada di Yogyakarta,aku sempat janjian dengan salah seorang teman baikku,Tina untuk jalan-jalan bareng.Selain reunian karena sudah lama kami tak jumpa(sekarang Jeng Tina tinggal di Kalimantan Timur)kami juga berjanji akan menyalurkan hobby muter dan 'dijepret-jepret'.Dan kami memutuskan untuk sama-sama mencari candi yang berada di Muntilan dan sekitarnya yang dekat dengan rumah ortu Jeng Tina.
Baru kutahu ternyata di Muntilan juga terdapat beberapa candi yang meskipun sudah tak utuh lagi namun menarik juga untuk dikunjungi,antara lain Candi Pendem,candi Asu Sengi juga candi Ngawen.Karena jarak candi Asu dan candi Pendem berdekatan maka kami memutuskan untuk menuju kesana.Eh,tapi kok laper ya, rasanya perlu diisi dulu nih perut sebelum acara muter,mampir dulu ah nyoba nasi sop empal Bu Ngalim.Kata Jeng Tina sih ini masih saudara Sop Empal Bu Haryoko Muntilan yang terkenal dan pernah kucoba itu.Oke deh,nyam nyam...rasanya pun hampir tak jauh berbeda,kenyaaaang..!!
Tujuan pertama yang gampang dicari(meskipun sempat nyasar kebablasan)adalah candi Asu Sengi.Terletak di Desa Candi Pos,Kelurahan Sengi,Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang.candi Asunya sendiri sudah tak utuh lagi,berbentuk bujursangkar dan atapnya sudah tak ada,tingginya sendiri sekitar 2,5 meter.Konon disini dulu diketemukan beberapa prasasti,sayang yang katanya ada patung nandi pun tak kutemukan,hmmm sebelah mana sih??Apa sudah dipindahkan atau malah hilang ya?
Setelah melancarkan aksi narsis,kami bertemu dengan seseorang yang bernama Pak Sunyoto yang menjelaskan bahwa ada candi lainnya di dekat candi Asu tersebut,yakni candi Pendem,namun untuk sampai disana kami harus berjalan kaki karena tak bisa dilalui oleh kendaraan.Sempat ragu juga sih,tapi karena Pak Sunyoto yang sepertinya sedang kerja di kebun itu(karena mirip pendekar bersenjata clurit)mau mengantarkan kami akhirnya berangkat juga deh,lewat pematang sawah,jembatan kecil dari bambu yang bikin jantung mpot-mpotan,maklum deh nggak pernah lewat.Malu sih sama jeng Tina yang piawai sekali melewati jalan-jalan tersebut,aduh maaakk...sudah lama nih nggak outbond!
Di samping kami ternyata ada sungai Pabelan yang airnya jernih terdengar deras,ohhh ingin sekali rasanya main di sungai tersebut kalau tak melihat medannya yang bikin aku mundur tak ingin turun kesana,curam bo'!
Bolak balik aku nanya,"Aduuh jauh nggak sih ini candinya?"lumayan ngos ngosan.Tapi Pak Sunyoto bilang dekat saja.Aaahhh...'dekatnya' Pak Sunyoto tentu 'jauh'sekali bagi kami hahaha!
Akhirnya kami sampai juga di Candi Pendem yang kelihatan agak lebih besar sedikit dibanding candi Asu.Wah ada seperti sumurnya juga ditengah-tengah seperti yang terdapat di candi Asu.Hmm...sempat bingung juga,itu sumur kosong buat apa ya.Setelah browsing ternyata ada kemungkin dahulu ini dipakai untuk menghormati arwah Raja atau sesepuh yang dihormati gitu.Tapi ngeri juga untuk melongok ke dalam sumur takutnya kejungkel n jatuh hehe...
Di Candi ini pula ada hiasan dinding yang unik juga,seperti sosok orang yang mengangkat sesuatu,selain itu paling seperti gambar burung dan bunga.Tak semua sisi dinding candi ada reliefnya.Sayang sekali,sepertinya sudah banyak batu yang hilang.Karena sudah jauh-jauh jalan kesini dan menenpuh medan yang bikin surprise nggal afdol dong kalau tak berfoto....cihuyy foto-foto lagi :)Halah! kapan capeknya nih kalau soal berfoto....padahal ampuunn...siang itu cuaca panas banget,lumayan buat menggosongkan kulit(yang sure,sudah gosong dari sananya)

Setelah puas melihat lihat kami melanjutkan perjalanan lagi.Kali ini menuju lokasi air terjun Kedung Kayang yang berada dekat Puncak pass Ketep,berada di jalur Blabak-Boyolali,tepatnya di Desa Wonolelo Kecamatan Sawangan.Pertama sih jalannya semangat 45,tapi begitu melihat jalannya bikin ngos-ngosan,ehh ternyata harus memutari bukit lagi deh,ampun dijeeeee! Ga kuat nih,mana sepanjang jalan ada bau-bauan tidak sedap pula,halah! Sepertinya sih bau pupuk gitu.Puyeng! Akhirnya menyerah dengan sukses deh....panteesss..kebanyakan yang kesana kok para ABG ya??Ternyata kami harus menyadari bahwa kami sudah 'sepuh' wakakakkkk!!

Akhirnya kami hanya berfoto-foto saja dari atas...itu juga mungkin baru sepertiga perjalanan menuju lokasi air terjunnya.Memalukan! Kami kembali dengan cekikikan sendiri terutama saat menyadari bahwa kami sudah 'simbah-simbah.Meskipun demikian tak mengurangi rasa happy karena hari itu kami dapat bercanda ria,bertemu kembali dan melaksanakan acara muter yang selalu kami sukai.Perjalanan Sabtu sore itu diakhiri dengan nyicipi ikan bakar,ayam goreng kremes dan cah caisim di "Waroeng Kampoeng".
Thanks Jeng Tina,meskipun acara muter kali ini agak menguras tenaga dan membuat kaki Jeng Tina pegel pegel,hehehe....sampai berjumpa kembali di acara muter kita selanjutnya!