Monday, July 6, 2009

Weekend di Pacet Mojokerto

Weekend kemarin adalah weekend yang 'adem'.Adem karena aku,hubby dan Lexy 'ngadem' di suatu tempat yang bernama Pacet.Pacet sendiri adalah sebuah Kecamatan yang terletak di sebelah Timur Kabupaten Mojokerto Jawa Timur dan yang terkenal memiliki beberapa tujuan wisata.Ini adalah kali kedua aku menginjakkan kaki di Pacet,sebelumnya tigapuluh tahun yang lalu pernah berwisata ke tempat ini bersama orangtua.Waaaahhh...tigapuluh tahun yang lalu!Aku sendiri sudah hampir lupa dan tak terbayang lagi.Tentunya kondisinya saat ini sudah berbeda jauh.

Salah satu gunung berapi di Pacet

Hari Sabtu kami sampai di Pacet sekitar pukul 14.30 WIB setelah sebelumnya mampir makan siang di Mojosari Mojokerto.Sop buntut goreng dan sate kambing rupanya jadi andalan warung makan Yuliana yang kami datangi.Ya,ya...lum
ayan enak dan bikin kenyang tentu saja.Jarak dari Mojokerto ke Pacet sendiri tak begitu jauh hanya sekitar 25-30 km,dan begitu sampai di Pacet kita akan disuguhi pemandangan tiga gunung berapi yang mengelilinginya,antara lain salah satunya adalah gunung Welirang.Udaranya lumayan sejuk dan mata langsung segar begitu melihat yang 'ijo-ijo',ssssstttt....bukan duit tentu saja,tapi pemandangan pohon-pohon maupun sawah di kanan kiri jalan yang kini sudah tak terlalu banyak lagi.

Menu andalan RM Yuliana Mojosari

Setiba di Pacet kami langsung menuju ke Hotel Sativa,hotel yang setaraf dengan hotel berbintang dan merupakan hotel yang terbaik di Pa
cet.Disana kami sudah ditunggu salah seorang teman suami,Pak Bagus dan salah seorang manager yang kemudian mengantar kami berkeliling hotel yang mempunyai luas sekitar 12 hektar tersebut.Wah bisa gempor nih kalau dikelilingi dengan jalan kaki :)

Kamar hotel dengan buah dan ucapan selamat datang


Ternyata Hotel Sativa ini terbagi atas dua lokasi,yang satunya adalah persis diseberang tempat kami menginap dan itu adalah yang terluas,di sana ternyata terdapat cottage-cottage baik yang berupa bangunan modern maupun rumah-rumah limas yang juga merupakan bagian hotel yang disewakan,selain itu terdapat lapangan tennis,kemudian lab untuk tanaman/bunga hias,replika candi,dan juga ternyata ada pula air terjun kecil di lokasi hotel tersebut.Sayang dong kalau tak melihat ke lokasi air terjunnya,meski jalannya harus naik turun dan sedikit bikin ngos ngosan tetap saja semangaaaatt!Yang membuat aku agak takjub,di hotel ini juga masih ada pohon maja yang sudah semakin langka,dan bertebaran tanaman toga.

Aliran dari air terjun di belakang lokasi Hotel

Berani berenang malam hari di Pacet??

Rumah Limas yang juga disewakan Hotel

Setelah putar putar di area hotel kami langsung menuju ke wana wisata air panas Padusan yang harus ditempuh beberapa kilo lagi dari tempat kami menginap.Wow,biar sudah sore dan hampir gelap ternyata masih ramai saja.Pak Bagus bilang tempa
t wisata ini buka selama 24 jam.Aku sendiri sih nggak berendam,ngliat begitu banyak orang saja sudah puyeng hahaha!Kali ini kami cuma putar-putar sebentar dan memutuskan malamnya akan kesana lagi.Mau membuktikan seramai apakah Padusan diwaktu malam,Ehhh benar saja.Sekitar pukul 20.00 WIB kami kembali kesana lha kok malah kelihatan lebih heboh dibanding sorenya ya??Hmmm....tentunya mereka semua ingin menikmati berendam air panas yang konon bisa menyembuhkan beberapa penyakit.Malam itu aku surprise bisa menemukan MENJES,yang mirip tempe,konon kata orang itu adalah sisa-sisa dari ampas tahu dan biasa disebut tempe gembos.Plus makan tahu goreng dan ote-ote (seperti bakwan goreng) dengan saus petis,wooowww...nyam nyam!Gila....ini mulut pengen ngunyah terus!Lesehan di Padusan pada malam minggu terus belanja nyari buah apel dan juga camilan stik tahu....hhmmmm...nikmatnya!

Menjes,tahu,ote-ote dan saus petis dari Padusan


Minggu pagi setelah breakfast di hotel,acara kami isi dengan menuju lokasi air terjun lainnya yang berada tak jauh juga dari tempat berendam air panas Padusan.Tapi kali ini lokasinya agak sulit ditempuh karena harus jalan menanjak sejauh kurang lebih 1 km.Wah tahu begini bawa sepatu kets ya.Ya sudahlah pakai sandal andalan saja.Ya amplooppp...kirain jalannya mulus-mulus saja,ternyata harus melewati jalan setapak juga yang banyak batu dan melewati aliran sungai kecil.Apalagi ketika itu banyak pengunjung yang juga kesana,yaahh terpaksa deh kadang-kadang harus berhenti dulu karena saling berpapasan.Ngalah buuuu!(Padahal alasan utama berhenti sih karena mengaso sejenak,tarik nafas yang ngos ngosan)wakakakakk!!Dasar mis MM!Hampir menyerah,tapi karena malu sama yang lain ya lanjut meski banyak berhentinya.


Air Terjun Grenjengan

Sayang ya lokasi air terjun ini sepertinya tak dikelola dengan serius oleh pemerintah setempat,apalagi aku lihat sepertinya ini rawan bencana,bayangkan kalau longsor batu-batu di sebelah kanan kami,waahh bablas deh!!Karena medannya semakin sulit akhirnya nyeker juga deh mis MM,tenteng sendal,kaki nyemplung-nyemplung aliran air sepanjang jalan.Meski kecapekan tapi begitu sampai di lokasi bukan main senangnya,seperti menemukan harta terpendam saja.Sayangnya pada saat itu banyak sekali pengunjung sehingga tak bisa bebas bermain air,padahal sebenarnya udah gatel nih pengen berendam semedi di air!Kembali ke lokasi parkir sepanjang jalan semakin banyak saja pengunjung yang akan mendatangi air terjun,kembali papasan dan senggol-senggolan jika tak ingin sama-sama jatuh ke jurang,wakakakakk!!Pengen cengar-cengir,apalagi pas sandalku putus talinya,woaaaaaa....sandal andalankuuu!


Acara main di Pacet akhirnya kami sudahi,dan siang itu kami langsung menuju ke Surabaya,gantian dong dengan wisata...MAL!Hahahaha....teteeeeppp!Meski hanya sebentar di Pacet namun lumayan happy dan benar-benar asyik buat refreshing.Selain tempat wisata air panas dan air terjun,di Pacet sebenarnya ada tempat wisata lain seperti kolam Ubalan dan juga beberapa tempat pemancingan.Sayang tak semua bisa kami datangi,begitu juga dengan tempat makan lesehan yang ada kolam pemancingannya.Pada saat kami kesana ternyata tempat makan milik salah seorang teman kami juga itu tutup karena ternyata malam hari tak buka.Oya,mumpung masih ada sisa liburan,kenapa teman-teman tidak mencoba berwisata ke Pacet??

Tuesday, June 30, 2009

Suatu senja di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

Di Tuban Jawa Timur ada satu tempat ibadah warga keturunan Tionghoa,umat Tridharma yang ramai dikunjungi oleh bukan hanya umatnya namun juga oleh wisatawan baik domestik maupun dari mancanegara.Nama tempat ibadah tersebut adalah Klenteng Kwan Sing Bio yang terletak di seberang pantai kota Tuban.


Sebenarnya aku sendiri tak begitu asing dengan klenteng yang mempunyai ciri atas klenteng berhiaskan kepiting,karena pada waktu aku kecil dulu pernah beberapa kali diajak kesana.Kebetulan ada beberapa teman Bapak yang menjadi umat maupun pengurus di sana.Yang namanya kebetulan lagi,sore ini benar-benar rejekiku.Ada teman Bapak yang menjadi wakil ketua Klenteng tersebut yang akan menemani kami di Klenteng untuk sekedar melihat-lihat.Aku sendiri biasa memanggilnya dengan Om Akong. Benar saja,waktu aku ke sana ternyata Om Akong telah menunggu di pintu gerbang klenteng tersebut.Waahhh jadi ingat masa kecil lagi nih!Waktu itu ketika Bapak sering diundang bila Klenteng ada acara,aku sering ikut serta,tentunya menunggu-nunggu saat ada gelaran wayang potehi (wayang yang bonekanya dari kain dan berasal dari daratan Cina) dan juga tentu saja makan-makannya dong!

Atap gapura berbentuk kepiting dan tempat berdoa yang paling depan

Ternyata Klenteng yang sudah berumur sekitar 200 tahunan ini sudah banyak berubah.Halaman belakang dalam kompleks ini sekarang sudah banyak bangunan baru,seperti gedung untuk menginap,kemudian tempat pagelaran seni,tempat menginap VIP dan masih banyak lagi.



Om Akong bercerita bahwa Klenteng ini banyak didatangi oleh umat bukan hanya dari kota Tuban namun juga dari luar kota,luar propinsi bahkan luar negeri.Yang menjadi ciri khas di Klenteng ini adalah Jiamsie,seperti diramal begitu.Jadi hening sejenak seperti berdoa di depan altar dan mohon apa yang akan ditanyakan,kemudian kita mengocok satu tempat yang berisi seperti batangan yang harus kita keluarkan satu buah.Tiap batangan tersebut ada nomernya.Untuk mencocokkan kita melempar lagi seperti dua buah kayu berbentuk agak lonjong.Aku sendiri ikut mencoba.Dan rejeki buatku,ternyata hasilnya langsung diterjemahkan sendiri oleh Om Akong.Sayang,tak bisa memotret di altarnya.Hasilnya....hmmm rahasia doong hehe....



Setelah di altar Om Akong mengajak ke bagian belakang kompleks klenteng.Waahh...luas banget ternyata.Di belakang bangunan utama ada semacam bangsal yang terdapat beberapa dewa Tiongkok.kemudian ada patung Nyari-nyari yang mirip Judge Bao,eh nemu juga hehe.....
Kemudian juga ada bangunan setinggi 25 meter dibagian belakang yakni digunakan untuk siapapun yang ingin menginap dan juga panggung untuk pagelaran.Yang menarik perhatianku adalah dapur umum(nggak jauh dari urusan perut kik
ikikik....),disana ternyata siapapun yang mau makan bisa makan gratis sepuasnya.Selama ini siapapun boleh datang dan anehnya Klenteng ini tak pernah kekurangan karena sumbangan dari donatur yang selalu mengalir.Jadi setiap hari selalu ada menu makan disana bagi siapapun yang membutuhkan.

Dapur umum

Lumayan juga acara muter komplek Klenteng Tuban yang luas ini...dan menurut Om Akong lagi, bulan depan kalau tak ada halangan akan ada acara dan mengundang Agnes Monika untuk menyanyi disana.Pasti rame tuh kalau jadi.Tapi aku sendiri sejujurnya menunggu nunggu jadwal pentas wayang potehi yang sekarang sudah langka itu.Maklum,kata om Akong jumlah dalangnya sudah semakin berkurang bahkan langka karena untuk masa sekarang ini tak ada lagi yang mau meneruskan profesi ini.Sayang ya.Ada yang berminat jadi dalang wayang potehi???

Monday, June 29, 2009

Ketemu Kura-Kura Raksasa dan RA Kartini di Jepara

Jepara.Hari ini aku ketemplekan*roh muter muter lagi yang menuntunku ke sana.Yipiiiiii....semangat bangun pagi dan persiapan meluncur ke sana.Aku berangkat dari Tuban,rumah ortu.Karena ortu juga semangat ikut muter maka kali ini muter-muternya lengkap sak rombongan meski minus hubby.Ortu,my prince dan juga Marni,pembantu Ibuku.Tambah driver total rombongan enam orang.

Tadinya aku pikir Jepara itu dekat saja dari Tuban,eehh ternyata setelah tanya ortu dibutuhkan waktu berkendara sekitar 5 jam untuk sampai di sana! Tapi karena sudah direncanakan ya tetap semangat saja.Apalagi aku penasaran banget dengan Obyek Wisata Pantai Kartini yang ada Kura-Kura Raksasanya.Plus di kota ini juga ada museum Kartini,double deh rasa penasarannya.Tadinya ingin juga mampir Rembang dan Lasem,tapi pasti waktunya tak cukup.Maka ditetapkan tujuan utama hanya Jepara dan hanya numpang lewat Lasem dan Rembang,dengan pertimbangan Rembang kan agak dekat dari Tuban,sewaktu-waktu bisa kesana.

Tugu Kota Jepara

Kami sampai di Jepara sekitar pukul 13.00 WIB setel
ah sebelumnya mampir makan siang dulu di Kudus.Di Kudus kayaknya pas ya makan soto Kudus,makanya semangat banget mampir di Soto Kudus Pak Denuh,yang dahulu sering kami datangi bila bepergian melewati kota ini.Soto ayam Kudus ini lezat banget,disantap dengan 'teman-teman'nya yakni sate kerang,sate telur puyuh dan sate ayam serta paru goreng yang juga tak kalah yummynya.Lexy sampai nambah nambah tuh,sikaaaaattt!

Soto Kudus pak Denuh

Di Jepara,kami yang menikmati perjalanan dengan penuh canda tawa semakin ceria saja melewati deretan toko mebel ukiran yang aduhai,gilak deh bagusnya....hmmmm bikin ngiler aja,pengeeeenn!Maka jadilah kita agak norak sedik
it,kita komentar,"Woow...." atau "Bagusnyaaa...." dan "Apikeeee...." Wis jan norak!!Tapi noraknya segera hilang begitu sampai di Museum RA Kartini yang terletak di dekat alun-alun.Disana kami ditemani Mas Slamet pemandu museum.

Museum RA Kartini

Ternyata di museum tersebut tak hanya dipajang barang-barang dari RA Kartini maupun keluarganya saja tapi ada juga beberapa peninggalan bersejarah seperti lingga,yoni,makara dan kepeng (coin) bahkan kerangka ikan raksasa yang ditemukan sekitar Jepara.Lucunya ikan yang aneh tersebut (seperti mempunyai gading seperti gajah)dinamakan Joko Tuwo.Ikan jenis apaan tuh Joko Tuwo,perasaan baru dengar.....usut punya usut,yang menemukan kerangka tersebut dahulu adalah seseorang yang telah tua namun belum menikah (perjaka),ealaaaaaaahhhh!!

Beberapa barang peninggalan RA Kartini,dakon,tempat jamu,hiasan dll

Peninggalan bersejarah yang ditemukan disekitar Jepara

Kerangka Joko Tuwo

Setelah sak kenyangnya tanya-tanya sama mas Slamet yang baik hati tersebut kamipun melanjutkan perjalanan ke Pantai Kartini.Pantai dimana RA Kartini sering menghabiskan waktunya bermain semasa kecil itu tak jauh dari pusat kota,hanya sekitar 2,5 km saja.
Waktu kami kesana suasananya tak terlalu ramai.K
ami langsung menuju ke arah Kura-Kura Raksasa.Eiittssss yang ini bukan kura-kura betulan lhoo!Ini hanyalah semacam gedung yang entah nantinya akan dijadikan apa karena aku sempat melihat gedung ini tertutup.

Sang Kura Kura Raksasa

Main catur ukuran 'extra'

Aku juga sempat berfoto-foto dipinggir dermaga ya
ng terdapat ferry untuk meyeberangkan penumpangnya ke pulau Karimun.Yaaahhh andai saja kami punya banyak waktu pasti telah menyeberang,katanya disana indah banget buat menyelam dan menikmati pemandangan bawah lautnya.Selain Pulau Karimun,di dekat sana juga ada Pulau Panjang yang bisa kita tempuh kurang lebih selama sepuluh menit dari pangkalan perahu-perahu yang disewakan disana.FYI,di lokasi pantai kartini juga terdapat penginapan/semacam guest house untuk yang ingin bermalam disana.



Setelah menikmati pemandangan pantai dan juga melihat beberapa pengunjung yang sedang asyik berenang dipinggir pantai,kamipun harus segera pulang kalau tidak ingin terlalu larut malam sampai di Tuban.Sebelumnya Marni sempat berbelanja souvenir khas sana yakni hiasan dari kerang yang banyak dijual.Cieee....belanja buat sapa tuuwww??

Marni ditemani my Mom lagi milih souvenir

Aaaaahhh....berada di pantai Kartini sore tadi rasanya belum puas sih,tapi apa boleh buat,rencana kali ini tak pakai menginap sih.....HRRRRRRRR!Lain kali pokoknya harus terPUASkan,wakakakakakk!!!
Oya tadi kami pulang tak melewati jalur seperti pada saat menuju ke Jepara,kami melewati jalur lain yang relatif sepi karena dikanan kiri terdapat hutan pohon karet (melewati Kecamatan Tayu) ehh ternyata ada papan petunjuk tempat wisata lainnya yakni Benteng Portugis,ihhhh gemeesss nggak bisa mampir karena hari sudah mulai gelap!Apa daya.....hiks hiks....bener-bener deh,lain kali harus diniatin lagi khusus kesana!Dan harus bermalam di Pulau Karimun tentunya....*melamun dot com*

*Ketemplekan:ketempelan

Sunday, June 28, 2009

Lan Jalan di Jembatan Suramadu dan Bangkalan Madura....

Sudah sejak lama sebenarnya Mis MM ingin sekali jalan-jalan ke Madura.Tapi karena selama ini harus menyeberang lewat ferry dan (kebetulan) belum ada teman yang mau menemani maka rencana gatot alias gagal total,hilang begitu saja ditelan angin.Sekarang sudah ada Jembatan Suramadu yang mempermudah perjalanan dari Surabaya ke pulau penghasil garam tersebut.Dengan sedikit merayu hubby akhirnya berangkat juga deh kami kesana,kebetulan ada my prince juga yang sedang liburan.Formasi lengkap.

Kami menginap di Surabaya hari Sabtu dan nyaris rencana nganyari jembatan Suramadu gatot lagi karena belum-belum hubby sudah malas mendengar dari siaran sebuah radio swasta yang menginformasikan bahwa akses ke jembatan tersebut padat dan bisa berjam-jam mengantri.Duk remaaaakkk...masa gagal lagi sih???Akhirnya dengan sedikit rayuan gombal *wink wink*akhirnya tadi pagi berhasil juga aku mengajak hubby ke jembatan Suramadu.Eh,itu juga pakai perjanjian lho,kalau ternyata macet,kami memutuskan untuk kembali dan jalan-jalan saja di Surabaya.


Yeaaaahh...setuju deehhh!Berangkat juga akhirnyaaaa.....dan ternyata nggak ada macet-macetnya tuh!!Sejak di pintu tol Suramadu perjalanan lancar jaya.Cuman ketika menengok ke arah jalur motor,busyet daahh...itu ngantri apa macet ya???Panjang sekali antriannya!Selameeett...yang jalur kendaraan roda empat amaaann....!Sementara melewati jembatan Suramadu tersebut aku sempat takjub.Hmmm....sejujurnya takjub dengan....deretan mobil-mobil yang berhenti untuk berfoto-foto di sepanjang jembatan tersebut!Ccckkkk.....itu orang-orang tidak takut kena tilang apa yaa....???


Aku sendiri hanya mengambil foto jembatan dari dalam mobil lho.Begini-begini tertib berlalu lintas (alasan sebenarnya karena hubby malas saja buat turun wakakakakkk!!).Biar tidak berfoto-foto yang penting sudah marem melewati jembatan Suramadu,horeeee....!Perjalanan melintasi jembatan sejauh kurang lebih 5 kilometer kami lewati sudah.Di sepanjang jalan,sisi kanan dan kiri terlihat banyak orang berjualan,baik makanan,minuman,maupun juga souvenir yakni t-shirt yang bertuliskan "Suramadu" ataupun "Madura".Ramai sekali maaaaakk.....seperti pasar saja meski cuaca panas dan disekitar tanahnya gersang,ngemplak-ngemplak,beuuhhh!

Kamipun akhirnya melanjutkan perjalanan ke salah satu kabupaten yang terdekat dengan akhir jembatan Suramadu,yakni Bangkalan dan mengelilingi kota yang mendapatkan adipura tahun 2009 sebagai kota yang bersih,indah dan teduh tersebut.Hmmmm...ada apa ya di sana,sepertinya pemerintah setempat belum mengolah dengan baik potensi wisata kota ini,yang terlihat sudah mulai adalah Taman Rekreasi Kota dan Bukit Geger.Tamannya sendiri kami hanya lewati,nah bukit gegernya???Mbuuuhhhhh!

Bangkalan

Kami juga menyempatkan lewat Masjid Agung Bangkalan yang konon bersejarah,dan pernah direhab dan dibangun dua menara kembar.Ke
mudian selain itu juga sempat foto-foto di depan Klenteng Eng An Bio,klentengnya Bangkalan yang terletak di Jalan Panglima Sudirman,dan kelihatan masih terlihat bersih dan terawat.Di Pulau madura sendiri terdapat tiga Klenteng, selain di Bangkalan klenteng lainnya terletak di kota Sumenep dan Pamekasan.

Salah satu menara Masjid Agung


Mejeng depan Klenteng

Acara muter kali ini terpaksa tak dibarengi oleh wisata kuliner karena melihat beberapa tempat makan di Bangkalan yang padat sekali didatangi wisatawan,waaahh sudah malas duluan apalagi my prince bolak balik bilang masih kenyang.Yo wislah,akhirnya kami meluncur ke Surabaya melewati jembatan Suramadu kembali.Makannya di
Surabaya lagi.jauh-jauh ke Madura makannya di mal lagi,di mal lagi....wakakakakk!!


Tak apalah,lain kali jika ada kesempatan pasti kesana lagi sekalian ke Sumenep dan Pamekasan yang lebih banyak tujuan wisatanya.Yang penting sekarang kalau ada yang tanya,"Sudah ke Suramadu,Jeng?" aku bisa menjawab,"Ohhhhhh kalau cuma lan jalan ke Suramadu ya sudah Buuuuuu.....!!"

Friday, June 5, 2009

Rumah Dome dan Sego Abang Lombok Ijo

Rumah bulat mirip rumah Iglo atau juga mirip rumah telettubies empat sekawan yang selalu berpelukan itu ternyata ada di Yogyakarta lho!Aku juga baru mengetahuinya dari tayangan TV beberapa waktu yang lalu.Bukan namanya mis muter-muter kalau tidak penasaran.Maka tadi siang meluncurlah aku dengan mbak Lyla ke kompleks rumah yang terkenal dengan nama rumah Dome tersebut.

Perumahan Dome

Rumah Dome terletak di Desa Ngelepen,Sengir,Sumberharjo Prambanan Sleman.Dari arah Prambanan kita menuju ke Selatan sekitar 5 km,kemud
ian belok ke arah Timur,dan dari pertigaan tersebut kira-kira ditempuh jarak sekitar 2 km untuk sampai di perumahan yang merupakan bantuan dari warga Amerika Serikat kepada korban gempa Yogya 27 mei 2006 yang lalu.

Rumah Dome.Lihat tempat sampahnya yang dipilah pilah

Ketika kami berada disana,terlihat banyak sekali yang berkerumun di sekitar taman bermain dan aula perumahan tersebut,kami kira ta
dinya warga setempat yang sedang mengadakan pertemuan,ternyata mereka semua adalah pengunjung rumah Dome.Rupanya desa ini telah menjadi Desa Wisata dan siapapun dapat mengunjungi tempat ini.Aku dan Mbak Lyla sendiri langsung menuju pusat informasi Rumah Dome dan untuk sekedar meminta ijin melihat-lihat dan memotret rumah tersebut.Kami ditemui Bapak Sakiran yang ternyata juga bertempat tinggal di sana.Karena di sana dijual bermacam souvenir dari Rumah Dome seperti stiker,gantungan kunci,mug dan CD tentang pembuatan rumah Dome,kamipun membeli beberapa sebelum berkeliling.

Lantai Atas Rumah Dome

Mushola Dome

Waahhh cuaca siang ini panas sekali,meskipun tetap semangat berkeliling kamipun sempat mampir juga ke salah satu warung disana dan menikmati minuman degan.Hmmmmm....lumayan seger dan kebetulan pemilik warung serta penghuni Rumah Dome yang ternyata bernama mbak Harti ini baik dan ramah sekali.Ia malah mempersilahkan kami melihat-lihat isi rumahnya dan memotret,sama seperti Bapak Sakiran yang tadi pertama kami kunjungi.Rumah ini terdiri dari dua kamar,ruang tamu mungil,dapur dan lantai dua yang dapat dipergunakan untuk ruang santai.Tadinya sempat heran sih,kok rumahnya berbentuk bulat sih?Tapi ternyata memang rumah ini dirancang atau di desain khusus sebagai rumah tahan gempa.Untuk membangun rumah inipun dibutuhkan alat khusus yang didatangkan dari luar negeri yakni airform atau balon untuk mencetak rumah Dome.Wow...keren bangeettt!

Poliklinik

Selain mengunjungi rumah-rumahnya,kami juga sempat beraction nih di depan gedung pertemuan/aulanya di samping taman bermain anak-anak.Di Taman tersebutpun ada aneka permainan seperti ayunan yang ketika kami kesana malah dipergunakan oleh anak-anak dari pengunjung rumah Dome.Selain itu,di samping tama
npun ada mushola(yang juga berbentuk bulat) kemudian poliklinik dan ada beberapa fasilitas MCK untuk 71 keluarga yang tinggal disana.

Gedung Serbaguna Dome

Lelah dan kepanasan berada di rumah Dome kami melanjutkan acara jalan dengan wiskul.Rencana mau makan nasi merah alias sego abang yang di Jalan Wonosari ternyata eh ternyata lha kok rumah makannya dah gak ada ya??? Ya ampun....mungkin sudah tutup atau pindah kemana gitu ya secara terakhir makan disana
tiga tahun yang lalu!Akhirnya setelah mendapat info dari driverku,kami beralih ke Dapur Desa yang juga menjual sego abang lombok ijo dan berada di Jalan Tamansiswa.Kalau yang di tempat ini baru pertama kali makan disana.


Sego abang

Waahh untung deh ketemu juga Rumah Makannya.Akhirnya kami makan siang (yang terlambat) disana...waaaahhh maknyus rasanyaaaaa....sego abang alias nasi merahnya nyenengin,ditemani ayam bacem,sayur tempe,daun singkong,sambel ijo dan sambel tomat,mantaaapsss!Cuman,sambel ijonya puedes banget reeekkk!!Hoaaahhh hoaaaahhh!...!!Acara jalan kali ini diakhiri dengan mengelus-elus perut kekenyangan,hahahaha!!