Wednesday, November 12, 2008

Bernostalgia di Ambarawa dan Bandungan

Ambarawa dan Bandungan adalah tempat-tempat yang ingin selalu kembali kudatangi.Selain karena aku pernah tinggal di sana sekitar tahun 2004,banyak kenangan manis yang rasanya ingin aku ulang kembali.Maka,hari ini aku langkahkan kaki untuk menggapai kenangan-kenangan masa lalu tersebut ditemani dengan dua orang temanku,Tina dan Nova.


Gua Kerep Ambarawa

Setelah mampir menjemput Tina dan Nova yang masin
g-masing berdomisili di Muntilan dan Magelang,tujuan pertama kami adalah Gua Kerep,yaitu tempat ziarah umat Katholik yang terletak di Ambarawa.Tempat ini menyisakan kenangan tersendiri untuk aku dan juga suamiku.Saat tinggal di SPN Banyubiru,hampir setiap saat kami bersama-sama menguntai doa di tempat yang rasanya penuh kedamaian ini.Kini,setelah tak berdomisili di sana,rasanya ada kerinduan yang memuncak dan menggelitik untuk selalu bisa mampir untuk sekedar mengucap syukur kepadaNya.Praise God,akhirnya aku bisa juga kembali ke tempat ini dengan berjuta rasa yang mengharu biru.Sementara Tina dan Nova menunggu,sepenggal doa kutitipkan.Matur Sembah Nuwun Gusti!



Dari Gua Kerep kami menuju Bandungan untuk makan siang dengan kepiting rica dan ikan bakar yang yummy!Tentunya tak lupa tahu goreng Bandungan dong.Wow,rasanya sudah berabad abad aku tak menyicipi tahu Bandungan yang terkenal itu.Setelah sama-sama terlena oleh tahu dan sambal kecapnya akhirnya kami melangkahkan kaki kembali menuju tempat berikutnya,yakni Candi Gedong Songo yang terletak dilereng gunung Ungaran.Hmmmm....candi itupun mempunyai tempat tersendiri di hatiku.Dengan sekali lagi mengucap syukur kepada Gusti Allah aku bersama tiga orang temanku mengelilingi kompleks candi yang terbagi atas lima kelompok.


Di candi teratas

Candi gedong songo sesuai dengan namanya mempu
nyai arti sembilan rumah dalam bahasa Jawa.Namun karena ada beberapa candi yang hanya tinggal pondasi dan reruntuhannya saja sehingga kini hanya tersisa lima kelompok candi yang ada di sana.Karena kami semua bertekad akan berkeliling hingga candi yang teratas yakni candi kelompok V,maka kami memutuskan untuk menyewa kuda hingga sampai ke sana.Dulu aku tak pernah sampai ke candi teratas,maka kali ini kuambil keputusan untuk harus bisa kesana.Nekat,tapi sudah niat.Masa sih sudah jauh-jauh dari Jogja tapi tak sempat sampai atas?Hutan pinus sempat membuat kami semua tersihir akan kecantikannya dan membuat kami sangat menikmati perjalanan ini meski kadang medannya terjal dan sempat membuat hati deg-degan.Untung kuda yang kunaiki sudah terbiasa dengan rutenya.

Merengkuh kabut


Sesampai di lokasi teratas atau kelompok candi V rasanya makin terbuai saja oleh kecantikan alam serta bangunan candi tersebut.Kabut yang se
sekali lewat rasanya bisa kurengkuh mesra.Baunyapun sampai sekarang masih kurasa.Aku bermain dengan segala kecantikan alamnya.Ya Tuhaaaannn....aku malas pulaaaangg!Kalau tak mengingat waktu dan ingin mengelilingi semua candi,aku pasti akan berlama-lama disini.Untung masih banyak candi lainnya yang cantik.Aku dan teman-temanku tak ingin melewatkan semuanya.Akhirnya semua candi yang kira-kira didirikan pada dinasti Sanjaya ini bisa kami lihat.Di kelompok candi III kami berhenti agak lama,disini bisa dilihat tiga bangunan candi yang berdekatan.Di dinding-dindingnya terdapat relung-relung yang mirip dengan yang berada di candi Sambisari,yakni berisi arca Agastya,Dewi Durga dan Ganesha.Hanya saja pada bilik utama candi sudah tak ada arcanya.



Di candi kelompok III

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu.Kamipun beranjak menuruni lokasi dan kembali ke pelataran parkir setelah sebelumnya sempat juga melewati pemandian air panas yang kelihatan ramai oleh pengunjung.Kalau saja disini aku d
iberi waktu banyak pasti kusempatkan untuk merendam badan ditempat ini,hmmmm....maybe next time.Karena masih ada tujuan lain,maka kami bergegas kembali menuju Ambarawa dan mampir di museum Kereta Api,wow,museum sudah sepi dan Tina agak sedikit ketakutan,akhirnya kami serempak cabuuuuttt!


Museum Kereta Ambarawa

Sebelum kembali ke Jogja,aku sempatkan mampir dan mengelilingi kompleks SPN Banyubiru yang tak jauh dari museum Kereta.Dasar cengeng,hampir menangis rasanya ingat semua yang manis-manis disana.Karena aku benci membasahi mataku di depan banyak orang akhirnya aku memutuskan untuk segera kembali.Selamat tinggal semuanya....jika diberi kesempatan,lain kali ku kan kembali.Senja kali ini kututup sekali lagi dengan berjuta ucapan syukur.Terimakasih,matur sembah nuwun Gusti,kau beri aku kesempatan yang begitu indah!


8 comments:

Budiawan Hutasoit said...

wah, postingannya bagus, bahasanya teratur..kalo aku ga bisa bikin postingan spt ini..
ada yg menarik :
Senja kali ini kututup sekali lagi dengan berjuta ucapan syukur.Terimakasih,matur sembah nuwun Gusti,kau beri aku kesempatan yang begitu indah!

tanpa sadar, membaca ini..saya juga mengucap syukur utk berkat yg aku terima hari ini.

thanks.

BloGendeng said...

Hidup harus mengucap syukur selalu atas berkat yang TUHAN b'ri. God bless Judith and all family...

purwa said...

Uuuuhhhmmm... jadi ke pengen ke Bandungan lagi neh.


purwagilardhie
http://jendelahati.net

ika rahutami said...

dolan terusss.....
nggak mau kalah ah...
btw... fotomu yang pake slip dress sexy banget bu....
keren
ini emang sengaja dari rumah, atau ganti di sana Dith?

- s L i K e R s - said...

Trims dah mampir ke blog saya.. hehe..

Lagunya kok dewa? lagu lama pula? ada kenangan tersendiri ya? :D



- s L i K e R s -

Lyla said...

wahhh.. aku blm pernah ke Ambarawa sama Bandungan... bagus ya mbak tempatnya kyknya sih ademmm beneeeerrr

meds said...

wah bandungan, aku sih belum pernah ke sana, tapi pasti asyik. saya selalu suka suasana pegungungan. Dengar kata bandungan sih dari teman semarang.

Melihat blog ini juga menyentuh hati, lagunya itu lho. salam buat sahabatku di semarang sana, siapa tahu kamu baca komentar ini. Semoga selalu dalam lindungan Tuhan.

rastono aja said...

aku 2004 jg pernah tinggal di spn banyu bru walau cman sbntar tapi membkas di dada sampai saat ini ..pngen bnget main ksana ak pngen mengenang masa2 dulu